BNI Siap Genjot Kredit Produktif Usai BI Turunkan Suku Bunga Acuan

waktu baca 2 menit
Jumat, 19 Sep 2025 15:16 30 jatengvox

Jatengvox.com – Bank Indonesia (BI) resmi memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen.

Langkah ini dipandang sebagai stimulus penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Kebijakan moneter yang lebih longgar tersebut langsung disambut positif oleh industri perbankan.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menjadi salah satu bank besar yang menyatakan siap mengoptimalkan peluang dari penurunan suku bunga ini.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa penurunan suku bunga acuan membuka ruang bagi perbankan untuk memperkuat pembiayaan dengan biaya dana yang lebih efisien.

Baca juga:  Cara Daftar Coretax Bagi UMKM dalam 3 Langkah Mudah yang Bikin Bisnis Anda Lebih Menguntungkan!

“Momentum ini sangat tepat untuk mendorong penyaluran kredit produktif, sejalan dengan upaya pemerintah menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Dengan biaya bunga yang lebih rendah, dunia usaha diyakini akan lebih leluasa melakukan ekspansi.

Sektor riil pun mendapat dorongan untuk berkembang, sementara daya beli masyarakat berpeluang pulih lebih cepat.

BNI menargetkan penyaluran pembiayaan akan diarahkan pada sektor-sektor prioritas yang langsung menyentuh masyarakat.

Mulai dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), perumahan rakyat, perdagangan, hingga industri.

Langkah ini diharapkan mampu memperluas lapangan kerja sekaligus menggerakkan roda perekonomian di tingkat akar rumput.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Undip Ajak Siswa SDN 2 Jatilawang Susun Aturan Kelas, Belajar Demokrasi Sejak Dini

Meski begitu, BNI tetap menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian. Penyaluran kredit akan dijaga keseimbangannya dengan kualitas aset agar pertumbuhan yang dikejar tetap sehat dan berkelanjutan.

Okki menambahkan, kombinasi stimulus moneter dari BI dengan kebijakan fiskal pemerintah memberi alasan kuat untuk optimis.

“Prospek pertumbuhan kredit BNI semakin solid dan diharapkan bisa memberi kontribusi positif bagi perekonomian nasional,” jelasnya.

Kebijakan BI ini juga menjadi sinyal bahwa ruang untuk memperkuat likuiditas dan menekan beban bunga kredit semakin terbuka.

Bagi BNI, momentum ini akan dimanfaatkan untuk memperbesar perannya dalam mendorong pembiayaan produktif, sekaligus memperkuat kepercayaan nasabah dan investor terhadap sektor perbankan Indonesia.

Baca juga:  Cara Daftar Coretax untuk UMKM: 5 Langkah Mudah yang Bikin Pajak Jadi Lebih Ringan!
Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA