BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah, Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Sabtu, 18 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Warga Jawa Tengah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang melaporkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah, disertai petir dan angin kencang.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebut kondisi cuaca pada pagi hari masih cenderung berawan.

Namun, memasuki siang hingga sore, hujan diprediksi mulai mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta angin kencang, terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi,” tulis BMKG Ahmad Yani.

Baca juga:  Pemprov Jateng dan BPN Jalin Sinergi Kuat untuk Jaga Ketahanan Pangan dan Tata Ruang Daerah

Sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Pemalang, Slawi, Brebes, Bumiayu, Majenang, dan Kajen.

Daerah-daerah tersebut diperkirakan mengalami hujan lebat yang bisa disertai petir.

BMKG mengingatkan bahwa intensitas hujan tinggi berpotensi menimbulkan genangan air dan tanah longsor, terutama di daerah perbukitan.

Kondisi geografis yang berbukit seperti di Banjarnegara dan Wonosobo menjadi faktor risiko tambahan yang perlu diwaspadai oleh warga setempat.

Selain curah hujan tinggi, suhu udara di Jawa Tengah juga menunjukkan variasi cukup signifikan. BMKG mencatat suhu terendah berkisar antara 18–20°C di wilayah Wonosobo dan Temanggung, sedangkan suhu tertinggi dapat mencapai 34°C di Klaten, Semarang, dan Cilacap.

Baca juga:  BPS Ungkap Komoditas Pangan Pemicu Inflasi Jelang Ramadan dan Lebaran

Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10 hingga 25 km/jam. Kondisi ini berpotensi memperkuat awan konvektif yang menyebabkan hujan deras disertai kilat.

Sementara itu, kota-kota seperti Semarang, Salatiga, Surakarta, Kudus, dan Magelang diperkirakan hanya mengalami hujan ringan hingga sedang.

Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tidak menyepelekan perubahan cuaca mendadak.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani, melalui keterangan resminya, mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

“Kewaspadaan adalah kunci. Cuaca bisa berubah cepat, terutama saat memasuki puncak musim hujan,” ujarnya

Baca juga:  LPDP Buka Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis 2026, Ini Syarat dan Fasilitas Lengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru