BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Tropis Bakung, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada Minggu, 14 Desember 2025.

Peringatan ini menyusul meningkatnya aktivitas atmosfer yang dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Bakung, bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia, serta sejumlah dinamika atmosfer lainnya.

Kondisi tersebut berpotensi memicu hujan lebat hingga sangat lebat di berbagai wilayah Tanah Air, yang dalam beberapa kasus dapat disertai angin kencang dan petir.

BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan bencana hidrometeorologi.

Prakirawan Cuaca BMKG, Wahyu Anissa, menjelaskan bahwa Siklon Tropis Bakung saat ini berada di Samudera Hindia barat daya Lampung.

Siklon tersebut tercatat memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 55 knot, dengan tekanan udara minimum 988 hektopaskal, dan bergerak ke arah barat daya.

“Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, siklon ini berpotensi meningkat menjadi siklon tropis kategori dua,” ujar Wahyu melalui kanal resmi YouTube BMKG.

Baca juga:  BNI Siap Genjot Kredit Produktif Usai BI Turunkan Suku Bunga Acuan

Peningkatan intensitas ini berpotensi memicu kecepatan angin lebih dari 25 knot di wilayah sekitarnya, sekaligus memengaruhi pola angin regional.

BMKG juga mengamati pembentukan low level jet serta daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di sekitar Samudera Hindia barat daya Lampung.

Selain Siklon Tropis Bakung, BMKG turut memantau keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S di Samudera Hindia selatan Jawa Timur. Bibit siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot, dengan tekanan udara minimum 1006 hektopaskal.

Meski peluang berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 hingga 72 jam ke depan masih tergolong rendah, keberadaan sistem ini tetap berdampak pada cuaca di wilayah Indonesia.

“Bibit siklon ini berpotensi membentuk daerah konvergensi memanjang dari Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Barat,” jelas Wahyu.

Daerah konvergensi tersebut berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan, terutama pada musim penghujan seperti saat ini.

Baca juga:  GAS Fun Run 2025 di Semarang: Ratusan Pelari Nikmati Rute Steril dan Atraksi Pesawat Udara

BMKG juga mengamati potensi pembentukan low pressure area di perairan barat daya Papua Selatan. Kondisi ini diprakirakan dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Maluku dan Papua Selatan.

Tak hanya itu, sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di Samudera Hindia barat Aceh, yang memicu konvergensi memanjang dari perairan utara hingga barat Aceh. Daerah pertemuan dan perlambatan angin lainnya juga terpantau meluas, antara lain:

Laut Cina Selatan hingga Kepulauan Riau

Selat Karimata hingga perairan selatan Kalimantan Tengah

Kalimantan Utara hingga Kalimantan Tengah

Nusa Tenggara Timur hingga Laut Banda

Maluku hingga perairan selatan Papua Barat Daya

Papua Barat hingga Papua

Bengkulu hingga Lampung

Selat Makassar hingga perairan selatan Sulawesi Selatan

Samudera Pasifik barat laut Papua hingga perairan timur Maluku Utara

Kombinasi berbagai sistem atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan intensitas hujan di sekitar siklon tropis, bibit siklon, low pressure area, serta sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi.

Baca juga:  Jatuhnya ATR 42-500 di Maros Masih Misterius, DPR Minta Publik Hentikan Spekulasi

Daftar Wilayah yang Perlu Meningkatkan Kewaspadaan

BMKG mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Wilayah yang masuk dalam kategori waspada antara lain:

Aceh

Sumatra Utara

Riau

Kepulauan Bangka Belitung

Bengkulu

Sumatra Selatan

Lampung

Banten

Jawa Timur

Bali

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Sulawesi Barat

Maluku

Papua Selatan

Wilayah-wilayah tersebut berpotensi mengalami dampak lanjutan seperti banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor, terutama di daerah dengan kondisi geografis rawan.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan peringatan dini cuaca, terutama di tengah dinamika atmosfer yang masih aktif.

Aktivitas luar ruangan, perjalanan laut, serta kegiatan di wilayah perbukitan dan bantaran sungai diimbau untuk dilakukan dengan ekstra kehati-hatian.

“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG,” tutup Wahyu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Harga Cabai Rawit Tembus Rp85 Ribu, Pemprov Jateng Gelar Operasi Pasar di 15 Daerah
Zakat Nasional Tembus Rp40,5 Triliun, Menag Dorong Pengawasan Makro agar Distribusi Lebih Adil
Pesantren Kilat di Masjid Al-Ikhlas Desa Leyangan, Mahasiswa KKN UPGRIS Perkuat Karakter Religius Generasi Muda
Embung Geblog Resmi Dimanfaatkan, Petani Kaloran Tak Lagi Pikul Air Saat Kemarau
Target Pertumbuhan 6 Persen di Awal 2026, Pemerintah Andalkan Belanja Negara Rp 809 Triliun
Sahur on The Road, Aksi Kepedulian Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 Desa Leyangan
Komisi VIII DPR RI Dorong UIN Raden Mas Said Surakarta Buka Fakultas Kedokteran, Siap Kawal Izin hingga Pusat
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi UNDIP Jalani Magang di Perpustakaan dan Arsip Universitas Gadjah Mada, Hadirkan Inovasi Virtual Library 360°

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:35 WIB

Harga Cabai Rawit Tembus Rp85 Ribu, Pemprov Jateng Gelar Operasi Pasar di 15 Daerah

Rabu, 25 Februari 2026 - 09:44 WIB

Zakat Nasional Tembus Rp40,5 Triliun, Menag Dorong Pengawasan Makro agar Distribusi Lebih Adil

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:40 WIB

Pesantren Kilat di Masjid Al-Ikhlas Desa Leyangan, Mahasiswa KKN UPGRIS Perkuat Karakter Religius Generasi Muda

Senin, 23 Februari 2026 - 09:36 WIB

Target Pertumbuhan 6 Persen di Awal 2026, Pemerintah Andalkan Belanja Negara Rp 809 Triliun

Minggu, 22 Februari 2026 - 20:45 WIB

Sahur on The Road, Aksi Kepedulian Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 Desa Leyangan

Berita Terbaru