Jatuhnya ATR 42-500 di Maros Masih Misterius, DPR Minta Publik Hentikan Spekulasi

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Hingga beberapa hari setelah ditemukannya puing pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di kawasan perbukitan Maros, Sulawesi Selatan, penyebab kecelakaan masih belum dapat dipastikan.

Di tengah derasnya informasi yang beredar di media sosial dan ruang publik, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengingatkan masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan.

Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, menegaskan bahwa penentuan penyebab jatuhnya pesawat bukan perkara sederhana.

Menurutnya, proses investigasi membutuhkan waktu, ketelitian, dan analisis teknis yang mendalam.

“Kami mengimbau semua pihak untuk menahan diri dari spekulasi. Biarkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bekerja sesuai kewenangannya,” ujar Mori dikutip dari Pro3 RRI, Senin (19/1/2026).

Baca juga:  MPR Dorong Evaluasi Total Mobil MBG Usai Insiden Tabrak Siswa di SDN Kalibaru

Mori menekankan bahwa KNKT merupakan lembaga yang memiliki kompetensi dan otoritas penuh dalam mengungkap penyebab kecelakaan transportasi.

Karena itu, hasil penyelidikan resmi harus menjadi satu-satunya rujukan, bukan asumsi atau dugaan sepihak.

Ia juga menilai bahwa keterbukaan informasi tetap penting, namun harus disampaikan secara bertahap dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kepanikan atau kesimpangsiuran di masyarakat.

“Investigasi penerbangan itu kompleks. Tidak bisa disederhanakan hanya dari satu indikator atau potongan informasi,” katanya.

Selain soal investigasi, DPR turut menyoroti peran negara dalam penanganan insiden ini. Mori menyebut, koordinasi lintas lembaga—mulai dari Basarnas, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga Kementerian Perhubungan—menjadi kunci dalam proses pencarian, evakuasi, dan pengumpulan data pendukung.

Baca juga:  Banjir Rendam Kota Pekalongan, Kemensos Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Ribuan Bantuan Logistik

Ia berharap, hasil akhir penyelidikan KNKT nantinya tidak hanya menjawab penyebab kecelakaan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan penerbangan nasional.

“Setiap insiden harus menjadi pelajaran bersama. Tujuannya satu, agar standar keselamatan terus diperbaiki dan risiko di masa depan bisa ditekan,” ujarnya.

Di sisi lain, Mori menilai bahwa regulasi keselamatan penerbangan di Indonesia sejatinya sudah cukup ketat.

Kementerian Perhubungan telah menetapkan berbagai standar operasional prosedur (SOP) yang mencakup aspek teknis pesawat, operasional penerbangan, hingga kompetensi sumber daya manusia.

Baca juga:  Seru dan Inspiratif! Ibu-Ibu PKK Dusun Krajan Bersama KKN UPGRIS Mengabdi Kelompok 34 Antusias Membuat Lilin Aromaterapi

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa regulasi yang baik tetap membutuhkan pengawasan yang konsisten di lapangan.

“Tidak ada sistem yang sepenuhnya bebas risiko. Karena itu, pengawasan berjenjang dan disiplin terhadap SOP harus benar-benar dijaga,” tegasnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan
Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen
Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali
Prompt Gemini AI Ungkap Rahasia Copywriting Jurnalis: Cara Cepat Tingkatkan Konten Berita Anda!
Bank Raya Gencarkan Program Loyalitas Nasabah, Dukung Perwujudan Percepatan Inklusi Keuangan Digital Nasional
AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web
Tren Pernikahan Lebih Intimate Meningkat, Hotel di Palembang Tawarkan Paket Mulai Rp 128.000 per Tamu
Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 21:03 WIB

Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan

Senin, 27 April 2026 - 20:04 WIB

Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen

Senin, 27 April 2026 - 19:04 WIB

Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

Senin, 27 April 2026 - 18:24 WIB

Prompt Gemini AI Ungkap Rahasia Copywriting Jurnalis: Cara Cepat Tingkatkan Konten Berita Anda!

Senin, 27 April 2026 - 15:03 WIB

AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web

Berita Terbaru