Mendagri Minta Daerah Siaga Penuh Hadapi Cuaca Ekstrem dan Ancaman Longsor

waktu baca 2 menit
Rabu, 19 Nov 2025 16:47 6 jatengvox

Jatengvox.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang mulai meningkat memasuki puncak musim hujan.

Ia menegaskan bahwa kesiapan di tingkat daerah menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana, terutama longsor dan banjir yang kerap terjadi di wilayah rawan.

Tito menyampaikan bahwa ia menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sekretaris Negara. Arahan tersebut menitikberatkan pada langkah antisipatif sebelum cuaca memburuk.

“Kesiapan daerah harus sudah maksimal sebelum kondisi ekstrem benar-benar terjadi,” ujarnya di Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/11/2025).

Dalam keterangannya, Tito menyoroti kejadian longsor di Banjarnegara dan Cilacap yang baru-baru ini terjadi.

Insiden tersebut dinilai sebagai alarm dini bahwa potensi bencana serupa bisa muncul di wilayah lain, khususnya daerah perbukitan dan kawasan rawan erosi.

Baca juga:  Pemkot Sue Machi Jepang Jajaki Bisnis Kopi di Kendal, Tertarik Arabika dan Robusta Lokal

Pemerintah pusat, kata Tito, kini memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Ia telah berkomunikasi dengan Kepala BMKG dan Menko PMK Pratikno untuk memperdalam analisis cuaca serta mengidentifikasi risiko bencana secara lebih presisi.

“Upaya terpadu ini penting agar kita bisa mengurangi dampaknya sejak awal,” tuturnya.

BMKG sendiri melaporkan bahwa curah hujan di wilayah selatan Jawa berada pada kategori tinggi dalam beberapa pekan mendatang.

Kondisi ini membuat mitigasi menjadi semakin mendesak, mengingat sebagian titik rawan longsor berada di kawasan tersebut.

Kementerian Dalam Negeri saat ini tengah mengoordinasikan proses inventarisasi titik rawan longsor secara menyeluruh bersama pemerintah daerah.

Baca juga:  Bantuan Beras 10 Kilogram Mulai Disalurkan Hingga Akhir November 2025, Begini Cara Cek Nama Penerima

Tito meminta agar pemda tidak menunggu bencana datang, tetapi segera menyiapkan langkah pencegahan sesuai karakter risiko masing-masing daerah.

Ia juga menekankan pentingnya rencana relokasi bagi warga yang tinggal di zona merah. Menurutnya, relokasi bukan hanya keputusan jangka pendek, tetapi upaya perlindungan yang dapat menyelamatkan banyak nyawa.

“Aksi pencegahan itu penting. Jangan menunggu kejadian besar baru bergerak,” kata Tito.

Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Mendagri menginstruksikan kepala daerah menggelar apel kesiapsiagaan terpadu yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya.

Baca juga:  Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Jasa Marga Tebar Dividen Rp1,1 Triliun

Apel tersebut diharapkan menjadi momentum koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam respons bencana.

Dalam waktu dekat, Tito juga akan memimpin rapat virtual dengan seluruh kepala daerah bersama BMKG.

Dalam rapat tersebut, BMKG dijadwalkan memaparkan perkembangan cuaca serta pelaksanaan modifikasi cuaca yang dilakukan untuk membantu mengurangi intensitas hujan di wilayah-wilayah tertentu.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA