Basarnas Tak Evakuasi Seluruh Serpihan ATR 42 di Bulusaraung, Fokus Dukung Investigasi KNKT

Sabtu, 24 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan tidak akan mengevakuasi seluruh serpihan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Langkah ini diambil karena evakuasi difokuskan pada komponen-komponen penting yang dibutuhkan untuk mendukung proses investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa berdasarkan penilaian awal KNKT, bukti yang telah dikumpulkan dinilai cukup untuk melanjutkan penyelidikan awal terkait penyebab kecelakaan.

“KNKT sudah menyampaikan bahwa dengan ditemukannya black box dan sejumlah komponen penting pesawat yang telah diserahkan, sementara ini bukti tersebut dinilai cukup untuk ditindaklanjuti dalam proses investigasi,” ujar Syafii dalam konferensi pers, Jumat (23/1/2026).

Baca juga:  KSP Soroti Ketimpangan Harga Pangan Jelang Akhir 2025, Bukan Lonjakan Nasional

Syafii menjelaskan, salah satu alasan utama tidak dilakukannya evakuasi menyeluruh terhadap serpihan pesawat adalah kondisi medan di lokasi kecelakaan yang sangat berat dan berisiko.

Gunung Bulusaraung dikenal memiliki kontur curam, hutan lebat, serta akses terbatas yang menyulitkan pergerakan personel dan peralatan.

Menurutnya, upaya pengambilan seluruh bagian pesawat justru berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi tim di lapangan, tanpa memberikan nilai tambah signifikan bagi proses investigasi.

Meski demikian, Basarnas menegaskan tetap bersiaga apabila KNKT di kemudian hari membutuhkan pengambilan komponen tambahan yang dianggap krusial.

Baca juga:  Bansos Cair Februari 2026, Ini Daftar Bantuan dan Cara Cek Penerimanya

“Jika nanti dari KNKT membutuhkan bantuan untuk masuk kembali ke lokasi dan mengevakuasi part yang masih sangat dibutuhkan, tentu Basarnas siap mendukung,” kata Syafii.

Syafii menambahkan, operasi yang saat ini dilakukan Basarnas bukan lagi operasi pencarian dan pertolongan (SAR), melainkan operasi dukungan.

Hal ini seiring dengan telah ditemukannya seluruh korban dalam peristiwa kecelakaan tersebut.

“Operasi SAR itu ditujukan untuk mencari dan mengevakuasi korban. Karena semua korban sudah ditemukan, maka operasi SAR resmi ditutup. Yang berjalan sekarang adalah operasi dukungan terhadap proses investigasi,” jelasnya.

Baca juga:  Kegiatan Rutin TPQ se-Desa Candisari Tingkatkan Semangat Belajar Al-Qur’an

Dalam konteks ini, peran Basarnas lebih diarahkan pada bantuan teknis dan logistik yang diperlukan oleh KNKT, tanpa melakukan aktivitas evakuasi besar-besaran di lokasi kecelakaan.

Dengan ditemukannya perekam data penerbangan (black box) dan sejumlah komponen penting lainnya, KNKT kini memiliki dasar awal yang cukup untuk menelusuri faktor-faktor penyebab kecelakaan.

Analisis akan mencakup data teknis pesawat, kondisi penerbangan, serta berbagai aspek pendukung lainnya.

Keputusan untuk tidak mengevakuasi seluruh serpihan pesawat juga sejalan dengan praktik investigasi kecelakaan transportasi yang mengutamakan bukti kunci, bukan jumlah material yang diangkat dari lokasi kejadian.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan
Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:22 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta Pemkab Pekalongan Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik di Tengah Dinamika Pemerintahan

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:00 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Berita Terbaru