Bangun Etika Digital Sejak Dini, KKN UPGRIS Kelompok 46 Gelar Sosialisasi Bijak TikTok di SDN Mranggen 3

waktu baca 3 menit
Rabu, 19 Agu 2026 21:30 12 jatengvox

Jatengvox.com – Maraknya penggunaan media sosial di kalangan anak-anak usia sekolah dasar menjadi perhatian serius berbagai pihak. Merespons hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 46 bergerak cepat dengan menggelar sosialisasi literasi digital di SDN Mranggen 3, Kabupaten Demak, (19/8/2026).

Kegiatan edukatif bertajuk sosialisasi bijak bermedia sosial, khususnya dalam memanfaatkan platform TikTok, ini dirancang sebagai langkah preventif untuk membentengi siswa dari dampak negatif dunia digital sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.

Fokus utama kegiatan sosialisasi ini mencakup pendampingan dan pemahaman mengenai etika berkomunikasi digital, pembatasan durasi layar (screen time), pemilahan konten positif, hingga edukasi pencegahan penyebaran informasi hoaks.

Inisiatif mahasiswa KKN UPGRIS tersebut mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Kepala SDN Mranggen 3, Pak Pradana, menegaskan bahwa edukasi literasi digital merupakan instrumen krusial dalam merespons perkembangan teknologi yang kian lekat dengan kehidupan siswa sehari-hari.

“Saya menyambut baik kegiatan sosialisasi ini karena literasi digital merupakan hal yang sangat penting bagi siswa di era perkembangan teknologi saat ini. Penggunaan media sosial, khususnya TikTok, sudah cukup dekat dengan kehidupan anak-anak. Oleh karena itu, sekolah memandang perlu adanya edukasi dan pendampingan agar siswa dapat menggunakan media sosial secara bijak, aman, bertanggung jawab, serta sesuai dengan usia mereka,” ujar Pak Pradana.

Baca juga:  Mahasiswa UPGRIS Ciptakan CF Drum, Solusi Minim Asap untuk Pengelolaan Sampah Pedesaan

Pak Pradana menambahkan bahwa penggunaan TikTok di kalangan siswa SDN Mranggen 3 saat ini cukup berkembang sebagai sarana hiburan dan penyuplai kreativitas. Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa pendampingan yang tepat, gawai dapat membawa dampak negatif, seperti menurunnya konsentrasi belajar dan munculnya dorongan mengikuti tren yang belum sesuai dengan usia anak.

Sementara itu, Penanggung Jawab (PJ) Bidang Literasi Digital KKN UPGRIS Kelompok 46, Tegar Aryo Susilo, menjelaskan bahwa materi sosialisasi dikemas secara interaktif dan komunikatif agar nilai-nilai etika digital mudah diserap oleh para siswa.

Baca juga:  Gotong Royong Jaga Generasi Sehat, Posyandu Gondoriyo Libatkan Mahasiswa KKN UPGRIS

“Tujuan utama kami adalah memberikan pemahaman mendasar bahwa gawai dan TikTok bukan sekadar hiburan visual, melainkan sarana belajar yang harus digunakan secara cerdas. Kami membekali siswa dengan pemahaman etika bermedia sosial, pentingnya membatasi durasi layar agar tidak mengganggu waktu belajar, serta dorongan untuk berani menolak dan tidak menyebarkan konten negatif maupun hoaks,” jelas Mochammad Hafiidz Misbahudin.

Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua KKN UPGRIS Kelompok 46 Desa Mranggen Mochammad Iklil Muchakkam. Ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar dalam membangun lingkungan belajar yang adaptif terhadap tantangan zaman.

“Sebagai mahasiswa kkn upgris, kami berkomitmen menghadirkan program-program yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berdampak langsung bagi dinamika sosial warga dan sekolah di Desa Mranggen.

Sosialisasi literasi digital ini dirancang bersinergi dengan pihak sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan era digital,” terangnya.

Baca juga:  KPU Kota Semarang Edukasi Siswa tentang Demokrasi Lewat Program Suaramu Ekspresimu

Dari kacamata tenaga pengajar, perwakilan guru SDN Mranggen 3 mengungkapkan bahwa tren media sosial memang cukup memengaruhi dinamika di dalam kelas, di mana siswa kerap membicarakan tren viral yang mereka saksikan di gawai.

Meski demikian, para guru optimistis bahwa melalui pengarahan yang tepat, media sosial dapat diarahkan menjadi sarana penambah wawasan dan pendorong kreativitas siswa.

Sebagai langkah tindak lanjut pasca-sosialisasi, pihak SDN Mranggen 3 berkomitmen untuk terus mengintegrasikan pesan-pesan etika digital ke dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) harian serta memperkuat komunikasi dengan para orang tua murid terkait pengawasan gawai di rumah.

Melalui kolaborasi erat antara KKN UPGRIS Kelompok 46, pihak sekolah, dan orang tua, para siswa SDN Mranggen 3 diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas digital, bijak memanfaatkan teknologi, serta santun dalam berkomunikasi di ruang publik maupun dunia maya.

 

 

Penulis: Tim KKN UPGRIS Kelompok 46 Desa Mranggen

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA