Berita  

Petani Jateng Sampaikan Aspirasi Reforma Agraria ke Sekda pada Hari Tani Nasional 2025

Hari Tani Nasional

Jatengvox.com – Momentum Hari Tani Nasional 2025 dimanfaatkan para petani dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk menyuarakan persoalan yang mereka hadapi.

Perwakilan petani diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, di kompleks Kantor Gubernur Jateng, pada Rabu, 24 September 2025.

Dalam audiensi tersebut, sejumlah isu krusial dibahas, mulai dari konflik lahan, kebutuhan pupuk subsidi, hingga permasalahan dengan satwa liar di kawasan pertanian.

Koordinator Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Jateng-DIY, Purwanto, menegaskan bahwa petani berharap pemerintah provinsi ikut mendorong pelaksanaan reforma agraria yang lebih adil. Menurutnya, konflik lahan masih sering terjadi dan perlu keberpihakan pemerintah.

Baca juga:  Bansos Cair Februari 2026, Ini Daftar Bantuan dan Cara Cek Penerimanya

“Harapannya Pak Gubernur Ahmad Luthfi bisa menjadi penyambung suara petani, agar aspirasi kami terkait reforma agraria benar-benar diperjuangkan hingga ke pusat,” ujarnya.

Purwanto juga menyebutkan, petani mendukung percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Reforma Agraria serta pembentukan Badan Reforma Agraria yang langsung bertanggung jawab kepada presiden.

Selain isu lahan, petani juga menyoroti sulitnya akses terhadap pupuk subsidi. Mereka berharap pemerintah provinsi bisa memperbaiki sistem distribusi agar tepat sasaran.

Tak hanya itu, konflik dengan satwa liar turut disampaikan. Petani di sekitar Gunung Merbabu dan Merapi, misalnya, sering merugi akibat tanaman mereka dimakan kawanan monyet ekor panjang yang keluar dari hutan.

Baca juga:  Warga Desa Pidodo Kulon Gelar Tasyakuran Kemerdekaan, Harapkan Persatuan dan Kerukunan Tetap Terjaga

Menanggapi beragam aspirasi tersebut, Sekda Jateng Sumarno memastikan pihaknya akan menindaklanjuti sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi.

Ia menyebut masukan petani akan diteruskan kepada lembaga terkait seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Perum Perhutani.

“Nanti masukan-masukannya akan kita laporkan kepada Pak Gubernur Ahmad Luthfi. Insyaallah akan kita tindaklanjuti sesuai dengan kemampuan dan kewenangan kami. Karena banyak hal yang memang berada di luar kewenangan Pemprov,” ucapnya.

Sumarno juga meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng untuk langsung mengakomodasi kebutuhan para petani.

Baca juga:  Terungkap! 7 Cara Cerdas Mendapatkan Bantuan Sosial Tanpa Ribet yang Pemerintah Tidak Ingin Anda Tahu

Di akhir pertemuan, Sumarno menyampaikan apresiasinya kepada petani dan pegiat lingkungan yang ikut menjaga kelestarian Gunung Merbabu dan Merapi.

Ia menekankan, kedua gunung tersebut bukan hanya aset ekologis, tapi juga penyangga utama bagi keberlangsungan pertanian karena berfungsi sebagai daerah resapan air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *