Jatengvox.com – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Posko 86, melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk Moderasi Beragama di SMP Islam Sudirman yang terletak di Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, pada Selasa, 29 Juli 2025.
Acara ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangka membangun kesadaran beragama yang damai, toleran, dan inklusif di kalangan pelajar.
Desa Boto, sebuah desa yang asri dan kental dengan suasana religius, dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kehidupan sosial masyarakat yang guyub dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.
Meski sebagian besar warganya menganut agama Islam, kehidupan keberagaman tetap terjaga, terlebih karena wilayah ini juga berinteraksi dengan desa-desa lain yang memiliki latar belakang budaya yang beragam.
Kegiatan sosialisasi ini pun menjadi sangat relevan untuk semakin memperkuat semangat hidup berdampingan di tengah perbedaan yang ada.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa KKN menyampaikan bahwa moderasi beragama adalah cara pandang dan sikap beragama yang adil, tidak berlebihan, dan tidak ekstrem.
Tujuannya adalah untuk menciptakan harmoni antarumat beragama, khususnya dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural.
Materi sosialisasi mencakup prinsip-prinsip dasar moderasi beragama seperti komitmen kebangsaan, anti-kekerasan, toleransi, serta sikap akomodatif terhadap kearifan lokal.
Disampaikan pula dasar-dasar normatif moderasi beragama baik dari perspektif Islam, seperti QS Al-Baqarah: 143 dan hadis Rasulullah SAW tentang sikap pertengahan, maupun dari sisi konstitusional seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945.
Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya acara, bahkan mereka terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan kuis interaktif di akhir kegiatan.
Dengan pendekatan yang komunikatif dan bahasa yang mudah dipahami, sosialisasi ini diharapkan menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini kepada para pelajar.
Kesimpulan dari Sosialisasi Moderasi Beragama, moderasi beragama bukanlah bentuk kompromi atas prinsip keagamaan, tetapi justru memperkuat cara beragama yang selaras dengan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.
Dalam kehidupan masyarakat yang majemuk seperti di Desa Boto, sikap moderat menjadi sangat penting untuk menjaga keharmonisan sosial.
Generasi muda seperti siswa SMP Islam Sudirman diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang religius sekaligus menghargai perbedaan, demi masa depan Indonesia yang damai dan bersatu.