Jatengvox.com – Pimpinan Ranting Fatayat Nahdlatul Ulama (Choirotun Nisa’, S.Pd.I) Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung menyelenggarakan kegiatan simaan Al-Qur’an pada Jum’at, 22 Agustus 2025 yang berlokasi di salah satu rumah warga.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, menjaga hafalan, serta menyebarkan ilmu agama.
Di sela-sela waktu setelah simaan Al-Qur’an sudah khatam, dari mahasiswa putri KKN UIN Walisongo Semarang Posko 52 menyelenggarakan sosialisasi stunting menggunakan tema pola asuh.
Kasus stunting terbilang marak di berbagai daerah, dan untuk menjaga anak agar tidak stunting dapat di mulai dari pola asuh yang diberikan orang tua.
Kegiatan di narasumber sendiri dari salah satu mahasiswa psikologi yang ada di kelompok posko 52 bernama Aprilita Dwi.
Di sini dari kami memberikan sosialisasi yang dapat di terapkan oleh ibu-ibu terkhususnya ibu-ibu hamil, dan mempunyai anak balita.
Adapun pola asuh yang disampaikan diantara lain yaitu mengenai pemberian nutrisi yang tepat, adapula tentang perawatan kesehatan, stimulasi perkembangan anak dan juga peran orang tua.
“Selain mendapatkan pahala dari bacaan Al-Qur’an, ibu-ibu juga mendapatkan ilmu mengenai pola asuh yang baik dan benar untuk tidak tercipta stunting pada anak-anak nya. Memang sudah marak sekali kasus stunting yang terjadi pada berbagai daerah, itu dapat di cegah melalui orang tua, karena orang tua terutama ibu memegang peran penting dalam kembang tumbuh anak,” ucap ketua fatayat (Choirotun Nisa’, S.Pd.I).
Pencegahan stunting bukanlah semata-mata tanggung jawab individu, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan haknya atas gizi yang cukup, perawatan yang tepat, serta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal.
Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kesadaran dan kepedulian, dimulai dari keluarga, dengan memperhatikan asupan gizi sejak masa kehamilan, memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, serta memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi dan pelayanan kesehatan yang memadai.
Karena masa depan bangsa yang sehat dan unggul ditentukan oleh kualitas generasi hari ini yang kita jaga dan rawat sejak dini.
Sebagai penutup kegiatan sosialisasi, para peserta yang merupakan anggota Fatayat NU tingkat ranting diimbau untuk menerapkan pola asuh yang tepat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Melalui edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, perhatian pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta peran aktif ibu dalam membentuk lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang, diharapkan para ibu dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan bahwa langkah kecil yang dimulai dari komunitas Fatayat dapat membawa dampak besar bagi terwujudnya generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.