Jatengvox.com – Dua lembaga pendidikan dasar di Desa Jungsemi, yakni SD Negeri 1 Jungsemi dan MI NU 70 Miftakhul Athfal, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 52 menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan bullying pada Sabtu, 16 Agustus 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk perundungan.
Kegiatan diikuti oleh puluhan siswa dari kedua sekolah dengan didampingi para guru dan tenaga kependidikan.
Dalam acara tersebut, narasumber dari divisi Pendidikan dan Keagamaan memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk bullying, dampak negatif yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh siswa maupun guru.
Kepala SDN 1 Jungsemi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kasus bullying dapat merusak psikologis siswa dan menghambat proses belajar.
Oleh karena itu, sekolah berkomitmen untuk terus mengedukasi peserta didik agar saling menghargai dan menjunjung tinggi sikap toleransi.
“Bullying bukan hanya soal kekerasan fisik, tetapi juga verbal dan mental. Melalui sosialisasi ini, kami ingin anak-anak lebih memahami pentingnya saling menghormati serta berani melapor jika mengalami atau melihat tindakan perundungan,” jelasnya.
Senada dengan itu, Kepala MI NU 70 Jungsemi, menambahkan bahwa pendidikan karakter menjadi kunci utama dalam mencegah perilaku perundungan.
Guru dan orang tua diharapkan dapat bekerja sama membimbing anak-anak agar terbentuk generasi yang berakhlak mulia.
Acara berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan simulasi peran, di mana siswa diajak mengenali situasi bullying serta cara menyikapinya.
Di akhir kegiatan, para siswa diajak membuat deklarasi bersama untuk menjadikan sekolah sebagai zona aman, ramah, dan bebas dari perundungan.
Dengan adanya kegiatan ini, SDN 1 Jungsemi dan MI NU 70 Jungsemi berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pencegahan bullying merupakan tanggung jawab semua pihak, baik sekolah, keluarga, maupun masyarakat.