Stok Pangan Jawa Tengah Dipastikan Aman Jelang Ramadan Meski Cuaca Ekstrem

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketersediaan pangan di wilayahnya berada dalam kondisi aman dan terkendali, meski dihadapkan pada cuaca ekstrem serta meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.

Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang menegaskan bahwa pengendalian harga dan pasokan pangan terus menjadi perhatian utama pemerintah daerah sepanjang tahun.

Sumarno mengatakan, pemerintah provinsi secara rutin memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional. Pemantauan dilakukan setiap hari untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga yang dapat memicu inflasi.

“Masalah inflasi selalu kami pantau. Kalau ada gejolak, tentu kami ambil langkah untuk mengendalikan harga di Jawa Tengah,” ujar Sumarno, usai menjadi narasumber di Studio I TVRI Jawa Tengah, Kabupaten Demak, Selasa (20/1/2026).

Baca juga:  Pemprov Jateng dan BPN Jalin Sinergi Kuat untuk Jaga Ketahanan Pangan dan Tata Ruang Daerah

Hingga saat ini, menurutnya, harga bahan pokok di Jawa Tengah masih relatif stabil. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Perum Bulog guna memastikan pasokan pangan tetap mencukupi, terutama selama Ramadan yang dikenal sebagai periode dengan aktivitas konsumsi lebih tinggi.

Sumarno menjelaskan, Ramadan memiliki karakteristik berbeda dibanding bulan lainnya. Selama satu bulan penuh, aktivitas ekonomi masyarakat cenderung meningkat, baik dari sisi konsumsi rumah tangga maupun kegiatan usaha kecil.

Oleh karena itu, Pemprov Jawa Tengah telah melakukan koordinasi lintas daerah sejak dini untuk menjaga distribusi pangan tetap lancar. Sistem pemantauan harga yang telah berjalan di pasar tradisional juga menjadi andalan untuk mendeteksi gejolak sedini mungkin.

Baca juga:  Jateng Gandeng Pendidikan Vokasi untuk Jadi Penopang Pangan dan Industri Nasional

“Kenaikan harga mungkin tidak bisa dicegah sepenuhnya, tetapi harus tetap terkendali agar tidak memberatkan masyarakat,” jelasnya.

Terkait cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah seperti Pati, Jepara, Kudus, dan Grobogan, Sumarno menilai dampaknya terhadap stok pangan secara keseluruhan masih relatif kecil.

Pemerintah daerah telah melakukan pendataan lahan pertanian yang terdampak puso, sekaligus menyiapkan langkah perlindungan bagi petani, termasuk melalui skema asuransi pertanian.

“Kami sudah mengidentifikasi dampak bencana dan menyiapkan perlindungan bagi petani. Dampaknya terhadap stok pangan belum besar karena hanya terjadi di beberapa lokasi,” katanya.

Sepanjang 2025, produktivitas pangan Jawa Tengah tercatat memenuhi target yang ditetapkan pemerintah pusat. Capaian ini memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.

Baca juga:  Jawa Tengah Cetak Rekor MURI Lewat Penanaman Mangrove Serentak

Data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah mencatat, hingga November 2025 produksi padi mencapai 11.377.731 ton gabah kering panen (GKP), atau setara 9.397.904 ton gabah kering giling (GKG). Produksi tersebut berasal dari luas tanam sekitar 2.025.782 hektare, dengan luas panen 1.673.012 hektare.

Dengan capaian itu, Jawa Tengah menempati posisi tiga besar sebagai kontributor produksi padi nasional.

Sebelumnya, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah–DIY, Sri Muniati, juga memastikan ketersediaan beras di wilayahnya berada dalam kondisi aman hingga pertengahan 2026.

Berdasarkan data Bulog, stok beras di Jawa Tengah saat ini mencapai 339.094 ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Juni 2026.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Penerbangan Langsung Semarang–Singapura Dorong Arus Investasi ke Jawa Tengah
Investasi Jawa Tengah 2025 Tembus Rp88,5 Triliun, Sektor Padat Modal Mulai Mendominasi
Pemprov Jateng Tetap Hadir untuk Korban Banjir Pati, Gus Yasin Pastikan Logistik hingga Layanan Kesehatan Aman
Realisasi Investasi Jawa Tengah 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp88,5 Triliun
Hujan Ekstrem Ancam Panen, Gubernur Jateng Dorong Daerah Segera Ajukan Asuransi Pertanian
Sinergi BUMDes dan Koperasi Merah Putih Dinilai Kunci Percepatan Ekonomi Desa di Jawa Tengah
Pemprov Jateng Dorong Perumahan Hijau, Kolaborasi BUMD–Swasta Jadi Kunci Transisi Ekonomi Hijau
Pelantikan Pengurus Salimah Wonosobo 2025–2030, Momentum Penguatan Kepemimpinan Perempuan

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 06:13 WIB

Penerbangan Langsung Semarang–Singapura Dorong Arus Investasi ke Jawa Tengah

Jumat, 23 Januari 2026 - 05:43 WIB

Investasi Jawa Tengah 2025 Tembus Rp88,5 Triliun, Sektor Padat Modal Mulai Mendominasi

Kamis, 22 Januari 2026 - 06:24 WIB

Pemprov Jateng Tetap Hadir untuk Korban Banjir Pati, Gus Yasin Pastikan Logistik hingga Layanan Kesehatan Aman

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:01 WIB

Realisasi Investasi Jawa Tengah 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp88,5 Triliun

Rabu, 21 Januari 2026 - 06:20 WIB

Stok Pangan Jawa Tengah Dipastikan Aman Jelang Ramadan Meski Cuaca Ekstrem

Berita Terbaru