Ancaman Child Grooming Mengintai Anak, KPAI Ingatkan Bahaya Pendekatan Manipulatif

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Child Grooming

Child Grooming

Jatengvox.com – Di balik sikap ramah, perhatian berlebih, dan janji kasih sayang, praktik child grooming menyimpan ancaman serius bagi keselamatan anak.

Kejahatan seksual ini kerap berlangsung secara halus, sistematis, dan sulit dikenali, baik di ruang digital maupun dalam interaksi langsung.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan, kasus child grooming terus meningkat seiring dengan masifnya penggunaan media sosial dan minimnya literasi perlindungan anak.

Pelaku biasanya memanfaatkan kerentanan psikologis anak untuk membangun kepercayaan sebelum akhirnya menjerat korban ke dalam eksploitasi yang lebih berat.

Child grooming dilakukan melalui pola pendekatan bertahap. Pelaku dapat memulai dengan pujian, perhatian intens, pemberian hadiah virtual, hingga menawarkan perlindungan emosional yang semu. Dalam banyak kasus, anak tidak menyadari bahwa hubungan tersebut merupakan bentuk manipulasi.

Baca juga:  KKN Reguler ke-85 UIN Walisongo Terjunkan 11 Posko di Kecamatan Singorojo

Komisioner KPAI, Ai Maryati Solihah, menjelaskan bahwa strategi pelaku sering kali membuat korban merasa aman dan nyaman.

“Pelaku menyamar sebagai sosok yang suportif, seolah-olah menjadi tempat berlindung bagi anak,” ujar Ai di Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Pendekatan tersebut menjadi pintu masuk menuju berbagai bentuk kejahatan lanjutan, mulai dari eksploitasi seksual, perdagangan orang, hingga aktivitas ilegal lainnya.

Menurut Ai, salah satu tantangan terbesar dalam penanganan child grooming adalah kondisi psikologis korban.

Anak yang telah terjerat manipulasi sering kali merasa bersalah, takut disalahkan, atau khawatir kehilangan sosok yang dianggap dekat.

Baca juga:  Stand KKN UPGRIS Kelompok 28 Kelurahan Kalicari Raih Juara 3 Stand Terkreatif pada Expo Kecamatan Pedurungan 2026

Akibatnya, kejahatan ini dapat berlangsung lama tanpa terdeteksi oleh keluarga, lingkungan sekitar, bahkan aparat penegak hukum.

“Beban psikologis korban membuat mereka enggan berbicara, padahal dampaknya sangat serius,” jelasnya.

Bahaya child grooming juga tercermin dari pengakuan aktris Aurelie Moeremans dalam bukunya Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah. Dalam buku tersebut, Aurelie mengungkap pengalaman kelam masa remajanya sebagai korban manipulasi psikologis.

Kisah itu menyedot perhatian publik dan menjadi pengingat bahwa child grooming dapat menimpa siapa saja, tanpa memandang latar belakang.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 28 Kalicari Kembangkan Proker Aquaponik Ramah Lingkungan

Ia menilai, keberanian korban untuk bersuara memiliki peran penting dalam membuka kesadaran masyarakat tentang bentuk kejahatan yang kerap tersembunyi ini.

KPAI menilai, regulasi yang ada saat ini semakin adaptif dalam mengakomodasi pembuktian kasus child grooming yang kompleks. Namun, penguatan kepastian hukum bagi korban tetap menjadi pekerjaan rumah bersama.

Koordinasi antarlembaga, pendekatan hukum yang berpihak pada korban, serta edukasi pencegahan sejak dini dinilai krusial untuk memutus rantai kejahatan.

“Fokus utama harus pada pemulihan korban dan pencegahan manipulasi terhadap anak sejak awal,” tegasnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru