Jatengvox.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih menghadapi tantangan besar, meskipun fase kedua rencana gencatan senjata telah diumumkan mulai berjalan.
Pernyataan ini muncul menyusul pengumuman utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, terkait kelanjutan rencana penghentian konflik di wilayah tersebut.
PBB menilai, gencatan senjata memang membuka ruang harapan, namun kondisi di lapangan menunjukkan bahwa penderitaan warga sipil Gaza masih jauh dari kata usai.
Kebutuhan dasar, mulai dari pangan, tempat tinggal, hingga layanan kesehatan, masih belum sepenuhnya terpenuhi.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyerukan agar seluruh pihak yang terlibat mematuhi komitmen yang telah disepakati dalam perjanjian gencatan senjata.
Menurutnya, kepatuhan menjadi kunci agar bantuan kemanusiaan dapat menjangkau warga secara lebih luas dan aman.
Dujarric mengungkapkan bahwa PBB bersama mitra kemanusiaan telah berupaya menyalurkan bantuan semaksimal mungkin.
Namun, berbagai hambatan masih terjadi, mulai dari masalah keamanan hingga keterbatasan akses di beberapa wilayah Gaza.
“Kami telah memanfaatkan setiap celah yang ada untuk menyalurkan bantuan, tetapi tantangan di lapangan tetap signifikan,” ujar Dujarric.
PBB mengakui bahwa pada fase pertama rencana gencatan senjata, bantuan kemanusiaan memang sempat meningkat.
Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum sebanding dengan besarnya kebutuhan masyarakat Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan.
Data dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menunjukkan bahwa ketidakamanan justru masih meningkat.
Bentrokan bersenjata, serangan udara, serta penembakan artileri terus terjadi di sejumlah titik, sehingga menghambat distribusi bantuan dan membahayakan warga sipil.
Situasi ini membuat ribuan keluarga masih hidup dalam kondisi rentan, dengan tempat tinggal sementara yang minim perlindungan serta akses layanan dasar yang terbatas.
Dalam pernyataannya, Dujarric kembali menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil sesuai hukum humaniter internasional.
Ia menekankan bahwa rumah sakit, fasilitas umum, dan tempat perlindungan warga tidak boleh menjadi sasaran konflik.
PBB, bersama organisasi kemanusiaan mitra, terus menyalurkan bantuan tempat tinggal darurat, logistik, dan layanan pendukung lainnya di seluruh wilayah Gaza.
Upaya ini dilakukan untuk meringankan penderitaan warga sekaligus menjaga stabilitas kemanusiaan di tengah situasi yang belum sepenuhnya aman.
Lebih jauh, PBB melihat gencatan senjata ini sebagai peluang penting untuk mendorong solusi jangka panjang.
Dujarric mengajak semua pihak memanfaatkan momentum tersebut dengan menyusun jalur politik yang kredibel dan berkelanjutan.
Menurut PBB, solusi dua negara tetap menjadi jalan yang dinilai paling realistis untuk mengakhiri konflik berkepanjangan dan menciptakan perdamaian yang adil.
Tanpa upaya politik yang serius, bantuan kemanusiaan hanya akan menjadi solusi sementara bagi penderitaan warga Gaza.
Editor : Murni A













