Jatengvox.com – Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu episentrum ekonomi digital nasional. Melalui program Garuda Spark Bandung, pengembangan startup lokal mulai menunjukkan hasil nyata.
Sejak diluncurkan pada September 2025, inisiatif ini telah membantu lahir dan berkembangnya 10 startup lokal yang siap bersaing di ekosistem digital.
Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, saat menyampaikan keynote speech dalam acara Jabar Digital Ecosystem Report yang digelar di Garuda Sparks Innovation Hub Bandung, Senin (5/1/2026).
Dalam sambutannya, Meutya Hafid menilai kehadiran Garuda Spark bukan sekadar program pendampingan biasa.
Menurutnya, model kolaborasi yang dibangun mampu menjawab kompleksitas tantangan industri startup di Indonesia, mulai dari akses pengetahuan, jejaring global, hingga kesiapan bisnis.
“Di Bandung, Garuda Spark sudah berjalan tiga bulan. Sudah ada 10 startup yang dibantu, dikurasi, dan dilahirkan bersama oleh Kemkomdigi, Startup Bandung, Alkademi, dan mitra internasional seperti NUS Singapura,” ujar Meutya.
Ia menjelaskan, Garuda Spark Bandung merupakan inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang dirancang sebagai ruang inkubasi, kurasi, dan akselerasi bagi startup lokal.
Program ini menitikberatkan pada sinergi antara komunitas, perguruan tinggi, sektor swasta, hingga mitra global.
Meutya menekankan bahwa keberhasilan 10 startup tersebut tidak terlepas dari pendekatan kolaboratif yang diterapkan. Menurutnya, ekosistem startup tidak bisa dibangun secara sektoral, melainkan membutuhkan keterlibatan banyak pihak secara simultan.
Kolaborasi antara pemerintah, komunitas startup Bandung, Alkademi, serta mitra internasional seperti National University of Singapore (NUS) dinilai menjadi kekuatan utama Garuda Spark.
Pola ini memungkinkan startup lokal mendapatkan wawasan global tanpa kehilangan relevansi lokal.
“Ini menjadi bukti bahwa ketika ekosistem bergerak bersama, hasilnya bisa dirasakan dalam waktu relatif singkat,” tambahnya.
Sementara itu, President of Alkademi Foundation, Dyah R. Helmi, turut mengapresiasi keberadaan Garuda Spark di Bandung.
Ia menyebut, program ini membuka ruang belajar yang inklusif bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin terjun ke dunia bisnis digital.
Menurut Helmi, Garuda Spark tidak hanya berfokus pada startup yang sudah terbentuk, tetapi juga memberikan akses pengetahuan bagi masyarakat umum yang ingin memahami ekosistem digital global.
“Dengan Garuda Spark, masyarakat bisa belajar bisnis digital dan ekosistem global kapan pun. Semua terbuka dan gratis untuk warga Bandung,” ujarnya usai acara.
Ia juga menilai, pendekatan terbuka tersebut menjadi nilai tambah di tengah cepatnya perkembangan teknologi digital.
Garuda Spark dinilai mampu menjadi pintu masuk generasi muda untuk mengenal industri digital secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Editor : Murni A













