Garuda Spark Bandung Jadi Katalis Startup Lokal, Menkomdigi Sebut Sudah Lahirkan 10 Perusahaan Rintisan

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu episentrum ekonomi digital nasional. Melalui program Garuda Spark Bandung, pengembangan startup lokal mulai menunjukkan hasil nyata.

Sejak diluncurkan pada September 2025, inisiatif ini telah membantu lahir dan berkembangnya 10 startup lokal yang siap bersaing di ekosistem digital.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, saat menyampaikan keynote speech dalam acara Jabar Digital Ecosystem Report yang digelar di Garuda Sparks Innovation Hub Bandung, Senin (5/1/2026).

Dalam sambutannya, Meutya Hafid menilai kehadiran Garuda Spark bukan sekadar program pendampingan biasa.

Menurutnya, model kolaborasi yang dibangun mampu menjawab kompleksitas tantangan industri startup di Indonesia, mulai dari akses pengetahuan, jejaring global, hingga kesiapan bisnis.

Baca juga:  Kader HMI Korkom Walisongo Adakan Aksi Galang Dana Bencana Banjir Sumatera

“Di Bandung, Garuda Spark sudah berjalan tiga bulan. Sudah ada 10 startup yang dibantu, dikurasi, dan dilahirkan bersama oleh Kemkomdigi, Startup Bandung, Alkademi, dan mitra internasional seperti NUS Singapura,” ujar Meutya.

Ia menjelaskan, Garuda Spark Bandung merupakan inisiatif Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang dirancang sebagai ruang inkubasi, kurasi, dan akselerasi bagi startup lokal.

Program ini menitikberatkan pada sinergi antara komunitas, perguruan tinggi, sektor swasta, hingga mitra global.

Meutya menekankan bahwa keberhasilan 10 startup tersebut tidak terlepas dari pendekatan kolaboratif yang diterapkan. Menurutnya, ekosistem startup tidak bisa dibangun secara sektoral, melainkan membutuhkan keterlibatan banyak pihak secara simultan.

Baca juga:  TBC Jadi Ancaman Serius, Pemerintah Perkuat Penanganan dari Pusat hingga Desa

Kolaborasi antara pemerintah, komunitas startup Bandung, Alkademi, serta mitra internasional seperti National University of Singapore (NUS) dinilai menjadi kekuatan utama Garuda Spark.

Pola ini memungkinkan startup lokal mendapatkan wawasan global tanpa kehilangan relevansi lokal.

“Ini menjadi bukti bahwa ketika ekosistem bergerak bersama, hasilnya bisa dirasakan dalam waktu relatif singkat,” tambahnya.

Sementara itu, President of Alkademi Foundation, Dyah R. Helmi, turut mengapresiasi keberadaan Garuda Spark di Bandung.

Ia menyebut, program ini membuka ruang belajar yang inklusif bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin terjun ke dunia bisnis digital.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 5 Ikuti Senam Pagi Bersama Warga RT 4 Kaligawe

Menurut Helmi, Garuda Spark tidak hanya berfokus pada startup yang sudah terbentuk, tetapi juga memberikan akses pengetahuan bagi masyarakat umum yang ingin memahami ekosistem digital global.

“Dengan Garuda Spark, masyarakat bisa belajar bisnis digital dan ekosistem global kapan pun. Semua terbuka dan gratis untuk warga Bandung,” ujarnya usai acara.

Ia juga menilai, pendekatan terbuka tersebut menjadi nilai tambah di tengah cepatnya perkembangan teknologi digital.

Garuda Spark dinilai mampu menjadi pintu masuk generasi muda untuk mengenal industri digital secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen
Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali
Prompt Gemini AI Ungkap Rahasia Copywriting Jurnalis: Cara Cepat Tingkatkan Konten Berita Anda!
Bank Raya Gencarkan Program Loyalitas Nasabah, Dukung Perwujudan Percepatan Inklusi Keuangan Digital Nasional
AI Center Makassar dan GDGoC UNM Kembali Gelar Study Jam Robotics dan IoT Bahas Koneksi ESP32 ke Web
Tren Pernikahan Lebih Intimate Meningkat, Hotel di Palembang Tawarkan Paket Mulai Rp 128.000 per Tamu
Pemerintah Indonesia Akui Kripto sebagai Sektor Usaha
“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 20:04 WIB

Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen

Senin, 27 April 2026 - 19:04 WIB

Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

Senin, 27 April 2026 - 18:24 WIB

Prompt Gemini AI Ungkap Rahasia Copywriting Jurnalis: Cara Cepat Tingkatkan Konten Berita Anda!

Senin, 27 April 2026 - 17:03 WIB

Bank Raya Gencarkan Program Loyalitas Nasabah, Dukung Perwujudan Percepatan Inklusi Keuangan Digital Nasional

Senin, 27 April 2026 - 15:03 WIB

Tren Pernikahan Lebih Intimate Meningkat, Hotel di Palembang Tawarkan Paket Mulai Rp 128.000 per Tamu

Berita Terbaru