Jatengvox.com – Dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan diperingati pada 17 Agustus 2025, masyarakat RT 01 RW 03 Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 05 menyelenggarakan kegiatan kerja bakti pada Minggu pagi, 27 Juli 2025.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kecintaan terhadap tanah air yang diwujudkan dalam aksi kolektif membersihkan dan menata lingkungan desa sebagai upaya menyemarakkan bulan kemerdekaan.
Di tengah era yang serba individualistis, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih terpelihara dengan baik, terutama di lingkungan masyarakat pedesaan.
Sejak pagi hari, suasana RT 01 RW 03 tampak lebih hidup dari biasanya. Warga, baik tua maupun muda, terlihat antusias mempersiapkan diri dengan membawa peralatan seperti sapu, cangkul, ember, dan cat untuk melakukan serangkaian kegiatan kerja bakti.
Mahasiswa KKN juga turut hadir dan membaur bersama warga, bukan hanya sebagai pengamat atau pelengkap kegiatan, tetapi terlibat aktif dalam seluruh proses.
Mereka membersihkan saluran air, mencabut rumput liar di sepanjang gang, dan membantu memasang umbul-umbul serta bendera merah putih di halaman rumah warga.
Kegiatan ini bukan hanya menampilkan kebersamaan secara fisik, tetapi juga memperkuat rasa solidaritas antarwarga dan antara warga dengan mahasiswa, sehingga menciptakan jalinan sosial yang harmonis dan saling mendukung.
Tujuan utama dari kerja bakti ini tidak hanya sebatas pada menciptakan lingkungan yang bersih, rapi, dan nyaman.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran sosial bagi masyarakat dan mahasiswa tentang pentingnya menumbuhkan rasa cinta tanah air dalam bentuk nyata.
Perayaan kemerdekaan seharusnya tidak hanya diisi dengan perlombaan atau seremoni semata, tetapi juga harus menjadi momen reflektif untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan, seperti semangat juang, kebersamaan, dan pengorbanan.
Dalam konteks kerja bakti ini, nilai-nilai tersebut tercermin dalam semangat gotong royong, rela membantu, dan keikhlasan dalam berkontribusi bagi kepentingan bersama.
Kerja bakti ini juga menjadi ajang pembelajaran langsung bagi mahasiswa KKN. Kehadiran kami di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pelaksana program, tetapi sebagai mitra warga dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
Interaksi yang intens antara mahasiswa dan warga menghadirkan ruang dialog antar generasi, di mana mahasiswa belajar tentang kearifan lokal, budaya sosial, serta dinamika kehidupan pedesaan yang mungkin jarang mereka temui dalam kehidupan kampus.
Di sisi lain, masyarakat pun merasakan manfaat dari kehadiran mahasiswa, baik dari segi tenaga, semangat, maupun gagasan-gagasan kreatif yang mereka bawa.
Salah satu warga, Bapak Sugiyanto, Ketua RT 01 RW 03, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kerja bakti ini.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan indah, tetapi juga mampu membangkitkan semangat warga untuk lebih peduli terhadap lingkungannya.
Ia juga berharap agar kerja sama semacam ini bisa terus dilanjutkan dalam program-program lainnya, karena terbukti efektif dalam mempererat hubungan antarwarga.
Sementara itu, koordinator mahasiswa KKN Posko 05, Laila Nur Azizah, menyatakan bahwa kerja bakti ini adalah bagian dari program kerja yang mengusung tema “KKN Kolaboratif dan Partisipatif”.
Ia menekankan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan masyarakat adalah bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap pengalaman ini tidak hanya menjadi laporan formal, tetapi menjadi pengalaman berharga yang membentuk kepekaan sosial dan kepedulian mahasiswa terhadap kehidupan bermasyarakat.
Tidak dapat dipungkiri, kegiatan kerja bakti menyambut Hari Kemerdekaan ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan yang mungkin tampak sederhana ini sesungguhnya memiliki makna yang sangat besar.
Ia menghidupkan kembali semangat nasionalisme dalam bentuk aksi nyata. Ia mempererat tali silaturahmi dan memperkuat modal sosial masyarakat. Ia menjadi bentuk pengabdian yang tidak hanya menuntut kehadiran fisik, tetapi juga kehadiran hati.
Sebagai dokumentasi dan bukti pelaksanaan program kerja, berita acara ini disusun untuk merekam jejak kegiatan yang sarat makna ini.
Lebih dari sekadar catatan administratif, dokumentasi ini juga menjadi pengingat bahwa menyambut kemerdekaan sejatinya adalah menyatukan hati dan langkah, membangun dari bawah, serta menjaga semangat kebangsaan yang tak lekang oleh waktu.
Semoga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain, dan menjadi tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat, dari generasi ke generasi.