Menag Ajak Umat Buddha Perkuat Kerukunan dan Kepedulian Lingkungan di Pasamuan Agung IV Walubi

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Pembukaan Pasamuan Agung IV Walubi di JIEXPO Kemayoran, Sabtu (29/11/2025), menjadi panggung penting bagi Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menyampaikan pesan moral yang menembus batas sekadar seremoni.

Di hadapan para pemimpin lintas majelis dan anggota Sangha, Menag menegaskan bahwa umat Buddha memiliki peran strategis dalam merawat kerukunan dan menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Menag mengingatkan kembali nilai Dharma yang relevan dengan konteks keindonesiaan.

Ia menyoroti meningkatnya polarisasi sosial dan krisis lingkungan yang membutuhkan kontribusi aktif umat beragama. Kutipan dari Dhammapada 197—“Sungguh menyenangkan hidup rukun…”—menjadi penekanan bahwa ajaran Sang Buddha mendorong harmoni, bukan permusuhan.

Menag juga menyebut Walubi memiliki “tanggung jawab historis” untuk memastikan Dharma tetap menjadi jalan terang bagi perdamaian.

Baca juga:  Internet Aceh Ditargetkan Pulih Sebelum 2026, Pemerintah Turun Langsung ke Lokasi Bencana

Menurutnya, kerukunan sejati hanya dapat lahir dari sikap saling menghormati dan memahami perbedaan ajaran.

Menag mengajak umat Buddha memanfaatkan Pasamuan Agung sebagai ruang refleksi. Penguatan kualitas keagamaan—mulai dari keyakinan, moralitas, konsentrasi, hingga kebijaksanaan—disebutnya sebagai prioritas yang terus didorong Kementerian Agama.

Dalam konteks inilah, dua program besar Kemenag diperkenalkan: Kurikulum Cinta dan Ekoteologi.

Menag menjelaskan bahwa cinta dan welas asih tidak cukup sebatas slogan. Kemenag memperkenalkan Kurikulum Cinta untuk ditanamkan di lembaga pendidikan keagamaan.

Nilai-nilai seperti kasih sayang, anti-kekerasan, dan kepedulian sosial disebut sejalan dengan ajaran Brahma Vihara dalam tradisi Buddhis.

Baca juga:  PBB Bahas Pasukan Stabilitas Gaza, Pemerintah Indonesia Soroti Pentingnya Jaga Gencatan Senjata

Program kedua, Ekoteologi, ditujukan untuk mendorong praktik keagamaan yang menyatu dengan pelestarian lingkungan.

Prinsip Paticca Samuppada—saling bergantungan makhluk dan alam—dijadikan landasan bahwa merawat bumi adalah bagian dari praktik spiritual.

“Menjadi umat Buddha yang baik hari ini berarti menjadi penjaga bumi,” tegas Menag.

Ia juga mengaitkan isu lingkungan dengan pembahasan Deklarasi Istiqlal–Vatikan bersama utusan Paus pada Desember mendatang yang mencakup tiga topik besar: pelestarian lingkungan, dehumanisasi, dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, bahasa agama merupakan pendekatan paling efektif untuk menggerakkan kesadaran ekologis.

Kemenag saat ini tengah mengembangkan konsep Tri Kerukunan Jilid 2. Jika sebelumnya fokus pada hubungan antarsesama manusia, kini cakupannya diperluas: kerukunan dengan alam dan kerukunan dengan Tuhan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Kunjungi Rumah Produksi Gula Aren: Menggali Potensi Lokal Desa Wirogomo

“Humanity is only one, there is no color,” ujar Menag

Ketua Umum DPP Walubi, Hartati Murdaya, dalam laporannya menyampaikan perjalanan panjang organisasi selama masa bakti 2017–2025.

Pandemi COVID-19 membuat masa bakti Walubi diperpanjang hingga delapan tahun karena fokus organisasi terserap pada pelayanan vaksinasi di berbagai daerah.

Menurut Hartati, pengabdian tersebut merupakan wujud implementasi Dharma dalam kehidupan sosial.

Hartati juga mengingatkan kembali inti ajaran Buddha yang bertumpu pada kebijaksanaan dan cinta kasih. Ia mengajak umat memadamkan keangkuhan, kebodohan, dan keserakahan sebagai jalan menuju kedamaian batin.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global
Revitalisasi Website Desa Leyangan, Upaya Mahasiswa KKN UPGRIS Menguatkan Informasi dan Promosi Potensi Desa

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:17 WIB

Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:28 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman

Berita Terbaru