KKN Reguler 85 Posko 1 Gelar Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk Serai di Dusun Cening Lor

waktu baca 2 menit
Sabtu, 22 Nov 2025 19:08 31 Redaksi

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler 85 Posko 1 UIN Walisongo mengadakan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai di rumah Ibu Lisa, Dusun Cening Lor pada Sabtu, 22 November 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK dan para kader Desa Cening, dan merupakan bagian dari program kerja divisi ekonomi kreatif yang bertujuan memberikan wawasan baru tentang pemanfaatan bahan alami sebagai solusi kesehatan masyarakat.

Pelatihan dibuka dengan pemaparan materi oleh Saudari Tia, salah satu anggota KKN yang bertugas sebagai pemateri.

Berdasarkan paparan dalam materi, ia menjelaskan bahwa meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) membuat masyarakat perlu mengenal upaya pencegahan yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Tanaman serai wangi, yang mengandung minyak atsiri alami, dinilai efektif mengusir nyamuk Aedes aegypti sekaligus tidak menimbulkan iritasi pada kulit.

Tia menekankan bahwa spray serai dapat menjadi alternatif alami yang aman digunakan sehari-hari dan dapat dibuat dengan bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar rumah.

Baca juga:  Memahami Regulasi Broker Forex di Indonesia, Apakah Berada di Bawah OJK?

Dalam penjelasannya, saudari Tia juga memaparkan hasil penelitian sederhana yang menunjukkan bahwa spray anti nyamuk berbahan serai mampu bekerja dengan tingkat efektivitas 80–90% dalam 5–10 menit setelah penyemprotan, dengan aroma yang segar serta daya tahan aroma hingga sekitar dua jam.

Menurutnya, spray berbahan alami ini bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha kecil bagi warga karena proses pembuatannya yang relatif mudah dan biaya bahan yang terjangkau.

Setelah pemberian materi, mahasiswa KKN melakukan demonstrasi langsung tentang cara pembuatan spray anti nyamuk tersebut.

Baca juga:  Wujudkan Sekolah Ramah Anak, KKN UIN Walisongo Posko 77 Inisiasi Program Antiperundungan Sejak Dini

Demonstrasi dilakukan tahap demi tahap, mulai dari membersihkan serai, proses perebusan selama 30 menit untuk mengeluarkan minyak atsiri, hingga mencampurkan air rebusan dengan etanol 70% menggunakan perbandingan yang tepat.

Seluruh peserta mengikuti demonstrasi dengan seksama, memperhatikan proses pembuatan dan mencatat langkah-langkah penting yang dapat mereka coba kembali di rumah apabila diperlukan.

Meskipun peserta tidak ikut mempraktikkan secara langsung, suasana pelatihan tetap berlangsung hangat dan interaktif.

Peserta berdiskusi mengenai manfaat penggunaan serai, cara penyimpanan spray, serta kemungkinan pengembangan produk sebagai upaya pemberdayaan ekonomi kreatif di lingkungan desa.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Kelompok 30 UPGRIS Ajak Ibu-Ibu PKK RT 4 Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Pelatihan ini juga membuka wawasan para ibu PKK dan kader desa tentang potensi tanaman lokal yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan kesehatan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Reguler 85 Posko 1 berharap masyarakat Desa Cening dapat semakin memahami pentingnya penggunaan bahan alami sebagai alternatif pencegahan gigitan nyamuk sekaligus menyadari peluang usaha yang dapat dikembangkan dari produk sederhana tersebut.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama, menandai berakhirnya pelatihan dan sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan para peserta.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA