Pompa Tambahan Dikerahkan, Pemprov Jateng Genjot Penanganan Banjir Semarang hingga 1.900 LPS

waktu baca 2 menit
Sabtu, 25 Okt 2025 05:21 36 jatengvox

Jatengvox.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memperkuat langkah penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang dengan mengaktifkan delapan unit pompa penyedot air.

Jumlah ini bertambah dua unit dibanding hari sebelumnya, guna mempercepat surutnya genangan di beberapa titik rawan banjir.

Kepala Pusat Data dan Tata Ruang (Pusdataru) Pemprov Jateng, Henggar Budi Anggoro, menyampaikan bahwa tambahan dua pompa tersebut merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, setelah meninjau kondisi lapangan.

“Jika kemarin kemampuan pompa sekitar 1.400 liter per detik, dengan tambahan dua unit ini daya sedot meningkat menjadi 1.900 liter per detik. Pompa beroperasi penuh selama 24 jam,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).

Delapan pompa itu ditempatkan di sejumlah titik strategis. Satu unit berada di sekitar Kali Tenggang, dua unit di Terboyo, dan tiga unit lainnya di Kali Sringin.

Sementara dua pompa tambahan akan dipasang di lokasi yang dinilai paling efektif untuk pembuangan air genangan, bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Baca juga:  KAI Daop 2 Bandung Himbau Pelanggan Datang Lebih Awal ke Stasiun, Antisipasi Kepadatan Arus Lalu Lintas Saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026

Selain mengerahkan pompa, tim dari Pemprov Jateng bersama BBWS juga turun langsung ke lapangan untuk menelusuri penyebab genangan.

Henggar menegaskan bahwa banjir yang terjadi bukan akibat proyek pembangunan jalan tol, melainkan curah hujan ekstrem selama beberapa hari terakhir.

“Kami sudah cek, tidak ada kaitannya dengan tol. Ini murni karena intensitas hujan yang sangat tinggi,” jelasnya.

Henggar juga mengingatkan bahwa penanganan sungai dan drainase bukan hanya tanggung jawab pemerintah provinsi.

Beberapa aliran sungai besar di Semarang dan sekitarnya menjadi kewenangan kementerian melalui Balai Besar Pemali Juana, sementara lainnya dikelola oleh pemerintah kabupaten dan kota.

Baca juga:  Polres Demak Jalin Keakraban dengan Paguyuban Ojol, Sopir Truk, dan Buruh: Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

“Koordinasi lintas instansi sangat penting. Kami terus komunikasi dengan BBWS dan pemda setempat agar semua titik genangan bisa ditangani dengan cepat,” tambahnya.

Selain upaya teknis melalui pompanisasi, Pemprov Jateng juga menyiapkan sejumlah titik pengungsian bagi warga terdampak banjir di Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Grobogan.

Bantuan logistik seperti makanan siap saji, selimut, dan perlengkapan dasar juga telah disalurkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Gubernur Ahmad Luthfi meminta seluruh dinas terkait—mulai dari BPBD, Dinas Sosial, hingga Dinas Kesehatan—agar turun langsung membantu masyarakat sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Baca juga:  Update Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, KAI Daop 1 Jakarta Catat Lebih dari 142 Ribu Tiket Terjual

“Semua harus bergerak. Tidak hanya menyedot air, tapi juga memastikan warga dalam kondisi aman dan kebutuhan mereka terpenuhi,” tegasnya.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA