Aturan Berbusana di Jateng Angkat Penjualan Batik dan Sarung, Layanan Tetap Lancar

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Kebijakan bersarung atau bergamis bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ternyata tidak sekadar seremonial bernuansa budaya.

Di lapangan, penerapan aturan ini mulai menunjukkan dampak ekonomi, terutama bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi sarung dan batik.

Di Pasar Tiban Jumat Mugassari, Semarang, suasana para pedagang belakangan terasa berbeda. Salah satunya dialami Ainun, penjual batik asal Pekalongan. Ia mengaku omzet dagangannya naik signifikan sejak kebijakan tersebut diberlakukan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Biasanya, kata dia, satu potong batik pun belum tentu laku dalam sehari. Namun sepanjang satu bulan terakhir, penjualan justru meningkat hingga satu kodi.

Baca juga:  Dikukuhkan di Awal 2026, Remaja Masjid Darussalam Tanjungpinang Siap Hidupkan Masjid

“Alhamdulillah bisa lima sampai enam potong setiap Jumat. Sudah kira-kira satu kodi terjual,” ujarnya ceria.

Ainun membawa berbagai pilihan, mulai sarung batik hingga gamis dan baju batik dengan harga Rp50 ribu–Rp150 ribu. Ia berharap tren ini terus berlanjut. “Semoga pegawai tetap rutin pakai batik. Lumayan buat tambah rezeki,” tambahnya.

Meski pegawai mengenakan sarung atau gamis, pelayanan publik di berbagai sektor tetap berjalan normal. Di Kantor Samsat Semarang II Srondol, misalnya, antrean pembayaran pajak masih bergerak lancar seperti biasa.

Aji, salah satu wajib pajak, menilai tampilan petugas dengan sarung justru memudahkan masyarakat mengenali mereka. “Lebih familiar. Karena tampilannya beda dari pengunjung, jadi kelihatan mana petugasnya,” tuturnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Ikut Serta dalam Kegiatan Rutin Fatayat NU di Dusun Ngaggrong

Plt Kepala UPPD Samsat II Kota Semarang, Chairunisa, juga memastikan tak ada hambatan operasional. Ia melihat penggunaan sarung sekarang sudah selaras dengan ritme pekerjaan modern.

“Tuntutan kerja sekarang kan dinamis. Sarung dan gamis tidak mengurangi performa. Justru memberi suasana yang lebih menyejukkan,” ujarnya.

Di lingkungan pendidikan, kebijakan ini ikut memberi warna baru. Kepala SMAN 6 Semarang, Yuwana, mengatakan suasana sekolah terasa lebih egaliter setiap Jumat ketika guru dan tenaga kependidikan mengenakan sarung atau gamis.

Menurutnya, kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan normal, bahkan lebih luwes. “Mengajar tetap nyaman. Jumat kami pakai sarung atau gamis, baju putih, dan sandal. Tidak mengurangi kualitas kelas,” katanya.

Baca juga:  KAI Daop 2 Bandung bersama KAI Commuter dan KAI Services Gelar Senam Sehat Gratis dan Layanan Kesehatan Untuk Masyarakat di Stasiun Cimahi Selatan

Yuwana juga menekankan bahwa kebijakan ini fleksibel. Guru tetap memakai seragam olahraga jika jadwal mengajar mengharuskan mereka bergerak lebih aktif. Sementara bagi guru nonmuslim yang tidak nyaman memakai sarung, mereka dibolehkan menggunakan celana seperti biasa.

“Intinya fleksibel dan saling menghormati,” imbuhnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Penanganan Gogosan Jalur KA Cibeber–Lampegan Selesai, Perjalanan KA Siliwangi Kembali Normal
Update Penanganan Gogosan di Petak Jalan Cibeber–Lampegan, Sejumlah Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan Demi Keselamatan
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Dorong Ketahanan Pangan dan Energi melalui Program Pengembangan & Hilirisasi Ubi Kayu
BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?
Rupiah Terus Melemah Picu Minat Investor Terhadap USDT/IDR, Bittime Soroti Perubahan Strategi Investasi Investor Indonesia
Kisah Haji Tahun Ini: Sempat Khawatir Pelunasan, Biaya Tak Jadi Halangan
Penguatan Operasional Manufaktur Baja untuk Kemandirian Industri
Tokocrypto dan Circle Jajaki Kolaborasi, Perkuat Ekosistem Stablecoin di Indonesia

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 22:03 WIB

Penanganan Gogosan Jalur KA Cibeber–Lampegan Selesai, Perjalanan KA Siliwangi Kembali Normal

Senin, 20 April 2026 - 21:03 WIB

Update Penanganan Gogosan di Petak Jalan Cibeber–Lampegan, Sejumlah Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan Demi Keselamatan

Senin, 20 April 2026 - 20:03 WIB

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Dorong Ketahanan Pangan dan Energi melalui Program Pengembangan & Hilirisasi Ubi Kayu

Senin, 20 April 2026 - 20:03 WIB

BBCA Diborong Direksi Saat Turun! Kesempatan Langka Sebelum Harga Terbang ke 10.000?

Senin, 20 April 2026 - 20:03 WIB

Rupiah Terus Melemah Picu Minat Investor Terhadap USDT/IDR, Bittime Soroti Perubahan Strategi Investasi Investor Indonesia

Berita Terbaru