Ancaman Bencana Meningkat, Ketahanan Nonmiliter Jateng Jadi Prioritas Nasional

waktu baca 2 menit
Jumat, 28 Nov 2025 07:31 28 jatengvox

Jatengvox.com – Pertahanan nonmiliter kini menjadi salah satu fokus utama Dewan Pertahanan Nasional (DPN), terutama di Jawa Tengah yang dikenal sebagai wilayah dengan risiko bencana alam cukup tinggi.

Dalam kunjungannya ke Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis (27/11/2025), Deputi Geostrategi DPN Mayjen TNI Ari Yuliyanto menegaskan bahwa provinsi ini menjadi salah satu daerah yang disasar dalam sosialisasi kebijakan umum ketahanan negara.

Ari menyebutkan bahwa berbagai ancaman nonmiliter seperti penyalahgunaan teknologi, narkoba, hingga perdagangan manusia kini berkembang di berbagai wilayah.

Baca juga:  17 Ribu Kilometer Demi Tanah: Perjalanan Konstantin Zulske Melintasi Negara dan Benua

Namun, khusus Jawa Tengah, ancaman yang paling menonjol justru datang dari faktor bencana alam—mulai dari banjir, tanah longsor, gempa, hingga erupsi gunung berapi.

Dalam penjelasannya, Ari menekankan bahwa bencana alam termasuk dalam ancaman pertahanan nonmiliter karena dampaknya dapat mengganggu stabilitas wilayah dan keselamatan warga.

Meski tidak melibatkan senjata atau kekuatan militer, ancamannya dapat memengaruhi keutuhan, kedaulatan, hingga kemampuan negara menjaga keamanan masyarakat.

Baca juga:  Ini 3 Pelabuhan Penumpang Terpadat Selama Angkutan Lebaran 2026 di Pelindo Multi Terminal

Melihat kondisi tersebut, DPN berencana menggencarkan sosialisasi kebijakan ketahanan negara di Jawa Tengah.

Program itu akan melibatkan TNI, Polri, serta pemerintah daerah untuk memastikan koordinasi penanganan ancaman nonmiliter berjalan lebih solid.

Harapannya, kebijakan tersebut bisa menjadi pedoman bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan di tingkat daerah.

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang menerima langsung rombongan DPN, menyambut baik rencana sosialisasi itu.

Ia menilai penguatan ketahanan nonmiliter sangat relevan dengan posisi Jawa Tengah sebagai daerah penyangga pangan nasional sekaligus pusat industri. Dengan peran strategis tersebut, stabilitas dan keamanan wilayah menjadi syarat mutlak.

Baca juga:  Menghidupkan Paguyuban UMKM melalui Sosialisasi Peran Organisasi di Kelurahan Karangsari

Sumarno juga menegaskan pentingnya menjaga ruang publik tetap sejuk dan kondusif.

Menurutnya, energi para pemangku kepentingan sebaiknya difokuskan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat, bukan menghabiskan waktu pada konflik atau kegaduhan yang tidak produktif.

Upaya DPN menyosialisasikan kebijakan ketahanan negara di daerah bukan hanya sekadar agenda formal. Lebih jauh, langkah itu menjadi pengingat bahwa pertahanan tidak hanya berbicara soal militer, tetapi juga kesiapan masyarakat dan pemerintah menghadapi ancaman yang sifatnya nonfisik maupun bencana alam.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    […] Kedua, terdaftar di Coretax membuka peluang untuk mengklaim kredit pajak yang sebelumnya sulit diakses oleh usaha mikro. Sistem secara otomatis menghitung selisih antara PPN yang dipungut dan PPN yang dibayar pada pembelian bahan baku. Jika terdapat kelebihan, kredit pajak tersebut dapat dipergunakan untuk mengurangi beban PPh atau bahkan dijadikan saldo yang dapat di‑refund. Hal ini sangat menguntungkan bagi UMKM yang memiliki arus kas terbatas, karena setiap rupiah kredit pajak berarti tambahan modal kerja. Baca Juga: Ancaman Bencana Meningkat, Ketahanan Nonmiliter Jateng Jadi Prioritas Nasional […]

    Reply
ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA