Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 17 Gelar Sosialisasi Bahaya Pernikahan Dini

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler Ke-85 Posko 17 UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan sosialisasi mengenai bahaya pernikahan dini sebagai bagian dari komitmen akademik mereka dalam memperkuat literasi keluarga dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan materi edukatif yang disusun secara sistematis dan berbasis data, sehingga mampu memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta mengenai risiko kesehatan, konsekuensi pendidikan, serta implikasi sosial dari pernikahan usia anak.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya membangun dialog yang konstruktif antara masyarakat dan pengetahuan ilmiah yang relevan dengan kondisi sosial saat ini.

Sosialisasi dibuka dengan pemaparan mengenai situasi aktual terkait masih tingginya kasus pernikahan dini di berbagai daerah, termasuk lingkungan pedesaan tempat mahasiswa KKN bertugas.

Pemateri menekankan bahwa pernikahan dini tidak dapat dipandang sebagai keputusan sederhana karena berkaitan langsung dengan kesiapan fisik dan emosional anak.

Banyak keluarga, yang sering terbatas akses informasinya, menganggap pernikahan sebagai jalan keluar dari persoalan ekonomi maupun kekhawatiran terhadap pergaulan remaja.

Baca juga:  Mahasiswa KKN dan Karang Taruna Kaliputih Bersinergi Wujudkan Aksi Bersih-Bersih di Lapangan Kartiyoso Usai Peringatan Hari Santri Nasional

Melalui visualisasi data dalam materi presentasi, peserta diajak memahami bahwa keputusan tersebut justru berpotensi menimbulkan konsekuensi yang lebih berat di masa mendatang.

Selama sesi pemaparan, Khoirun Nisaa’ selaku mahasiswa KKN Posko 17 menguraikan risiko kesehatan reproduksi yang dihadapi remaja perempuan apabila memasuki kehamilan pada usia yang terlalu muda.

Penjelasan tersebut diperkaya dengan data medis yang menunjukkan tingginya angka komplikasi, seperti anemia, persalinan prematur, hingga risiko kematian ibu dan bayi.

Dalam pemaparan disampaikan bahwa organ reproduksi remaja belum matang secara optimal, sehingga proses kehamilan menjadi beban biologis yang sangat berat.

Informasi ini disampaikan secara runtut dan mudah dicerna, sehingga peserta dapat memahami alasan ilmiah mengapa pernikahan dini menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan generasi muda.

Baca juga:  RESMI DIBUKA! Seleksi Calon Anggota BAZNAS 2025–2030, Kemenag Cari Sosok Berintegritas

Kegiatan sosialisasi juga menyoroti dampak pendidikan yang timbul akibat pernikahan dini.

Materi yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar remaja yang menikah akhirnya menghentikan pendidikan mereka, terutama perempuan.

Putus sekolah menjadi pintu masuk berbagai kendala baru, mulai dari terbatasnya kesempatan kerja, kemandirian ekonomi yang rendah, hingga ketergantungan sosial yang berkepanjangan.

Muhamad Sirodjuddin selaku mahasiswa KKN menekankan bahwa menjaga anak tetap bersekolah adalah salah satu strategi fundamental untuk memutus rantai kerentanan yang ditimbulkan oleh pernikahan usia anak.

Faktor penyebab pernikahan dini juga dijelaskan secara mendalam dalam sesi tersebut.

Komunikasi keluarga yang kurang efektif, minimnya edukasi tentang kesehatan reproduksi, tekanan budaya, serta ketidaksiapan orang tua dalam menghadapi dinamika perkembangan remaja menjadi aspek yang diuraikan dengan jelas dalam materi.

Menjelang akhir kegiatan, MC dan Moderator mengajak seluruh peserta untuk melihat pencegahan pernikahan dini sebagai tanggung jawab kolektif.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 26 Melakukan Pendampingan dalam Aksi Pemberantasan Jentik Nyamuk di RW 08 Kelurahan Palebon

Mereka menekankan perlunya sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat untuk membangun lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang remaja.

Sosialisasi ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk menerima informasi, tetapi juga menjadi pemantik gerakan berkelanjutan yang mampu mengubah pola pikir masyarakat terhadap isu pernikahan usia anak.

Harapan besar disampaikan agar edukasi yang diberikan dapat menjadi pijakan untuk mempersiapkan generasi muda yang lebih sehat, terdidik, dan memiliki masa depan yang lebih stabil.

Sosialisasi ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk menerima informasi, tetapi juga menjadi pemantik gerakan berkelanjutan yang mampu mengubah pola pikir masyarakat terhadap isu pernikahan usia anak.

Harapan besar disampaikan agar edukasi yang diberikan dapat menjadi pijakan untuk mempersiapkan generasi muda yang lebih sehat, terdidik, dan memiliki masa depan yang lebih stabil.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

AHY Dorong Percepatan Internet di Daerah 3T, Targetkan Pemerataan Digital hingga Perbatasan
DPR Dukung Penundaan Sementara Umrah, Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas Utama
Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya
Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah
Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama
Sambut Ramadan, Said Abdullah Gelar Kegiatan Nyambheng Taretan di Situbondo
THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Nominal yang Disiapkan Pemerintah
PPPK Paruh Waktu 2026 Dihapus? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:20 WIB

AHY Dorong Percepatan Internet di Daerah 3T, Targetkan Pemerataan Digital hingga Perbatasan

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:09 WIB

DPR Dukung Penundaan Sementara Umrah, Keselamatan Jamaah Jadi Prioritas Utama

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:41 WIB

Tol Bawen–Yogyakarta Ruas Bawen–Ambarawa Difungsikan Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Dampaknya

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:16 WIB

Jelang Lebaran 2026, 308 Ribu Warga Jateng Serbu Gerakan Pangan Murah

Senin, 2 Maret 2026 - 20:53 WIB

Sehari Bersama Al-Qur’an, Salimah dan Ikadi Gelar Tilawah, Seminar Palestina, dan Buka Puasa Bersama

Berita Terbaru