Manipulasi Konten dan Hoaks Merebak, Pemerintah Dorong Literasi Digital Masyarakat

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jatengvox.com – Di tengah derasnya arus informasi di dunia maya, Staf Khusus Menteri Agama, Ismail Cawidu, mengingatkan tentang ancaman rendahnya literasi digital masyarakat Indonesia.

Ia menyebut, ruang digital yang terbuka lebar kini sering menjadi ladang subur bagi hoaks, ujaran kebencian, dan manipulasi informasi.

Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Media Gathering Publikasi Media “Transformasi Layanan Menuju SDM Hindu yang Unggul”, yang digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (9/11/2025).

“Kalau ditanya bagaimana kebijakan komunikasi di Indonesia, saya menyebutnya open sky policy. Langit Indonesia ini terbuka sehingga seluruh informasi bisa masuk. Artinya kebebasan dijunjung tinggi, tapi tantangannya juga sangat besar,” ujar Ismail di hadapan para peserta.

Baca juga:  Sinergi Mahasiswa KKN Tematik Undip dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal dalam Penyelenggaraan CFD Jalan Gajahmada

Menurut Ismail, karakter digital di Indonesia yang bebas belum diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang cukup. Ia menyebut, indeks literasi digital nasional masih berada di angka 3,5 dari skala 5, yang berarti masyarakat baru berada di level “sedang”.

“Masih banyak ujaran kebencian, caci-maki, dan konten provokatif di ruang digital kita. Itu indikator bahwa banyak orang belum memiliki kecakapan memadai dalam menyaring informasi,” ungkapnya.

Fenomena ini, lanjut Ismail, menunjukkan bahwa kebebasan digital tanpa literasi yang kuat justru bisa menjadi bumerang. Masyarakat mudah terbawa emosi dan rentan termakan informasi palsu tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 21 Kenalkan Seni Ecoprint Berbasis Lingkungan kepada Siswa MI Ma’arif Desa Gogik

Ismail juga menyoroti maraknya manipulasi konten di media sosial, terutama penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam mengedit video tokoh publik.

Ia mencontohkan, banyak video dipotong, disambung, bahkan diberi suara palsu menggunakan teknologi AI untuk memelintir pesan asli.

“Sekarang banyak video-video yang diklipper, dipotong lalu disambungkan, bahkan diberikan suara dengan AI,” jelasnya.

Fenomena ini, menurutnya, sangat berbahaya karena bisa menyesatkan publik dan memicu kemarahan sosial hanya dari informasi palsu yang tampak meyakinkan.

Untuk menghadapi situasi tersebut, Ismail menegaskan pentingnya pendidikan literasi digital dan tabayyun di tengah masyarakat. Ia mengajak publik untuk tidak langsung mempercayai konten viral tanpa memeriksa sumber dan kebenarannya terlebih dahulu.

Baca juga:  Pembinaan Pembuatan Proposal Pengajuan Alat D’Ozone kepada Warga Desa Candisari

“Masyarakat perlu diajarkan cara memeriksa informasi, melakukan tabayyun, dan tidak langsung mempercayai konten viral,” pesannya.

Selain itu, ia menekankan peran penting media sebagai garda terdepan dalam melawan disinformasi. Media, katanya, harus terus menjaga kepercayaan publik dengan menghadirkan informasi yang jernih, akurat, dan edukatif.

“Tugas kita semua adalah meningkatkan literasi media bagi masyarakat. Peran media sangat penting untuk menjelaskan, meluruskan, dan mengedukasi, agar masyarakat tidak mudah terjebak ketidakpintaran digital,” tegasnya.

Editor : Murni A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret
DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi
Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial
Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam
Kemenag Tetapkan Standar Nasional Zakat Produktif melalui PMA 16 Tahun 2025
Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau
Harga Minyak Dunia Tembus 80 Dolar AS, Menkeu Purbaya Pastikan APBN Tetap Aman
Menag Nasaruddin Umar Soroti Penguatan SDM, Pendidikan Ekonomi Syariah Jadi Kunci Daya Saing Global

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:00 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp6 Miliar untuk THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu, Cair 13 Maret

Senin, 9 Maret 2026 - 15:39 WIB

DPR Soroti Potensi Penyalahgunaan AI, Pemerintah Didorong Segera Siapkan Regulasi

Senin, 9 Maret 2026 - 06:06 WIB

Program Perlindungan Anak Diperluas, Pemerintah Siapkan Makan Bergizi hingga Aturan Media Sosial

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:46 WIB

Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara di UIN Saizu, Kemenag Dorong Internasionalisasi Kampus Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:45 WIB

Embung Plosorejo Sragen Diresmikan, 50 Hektare Sawah Kini Punya Cadangan Air Saat Kemarau

Berita Terbaru