Kemenekraf Perluas Program hingga Pelosok, Ekonomi Kreatif Makin Berdaya

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Okt 2025 14:13 21 jatengvox

Jatengvox.com – Peran ekonomi kreatif (ekraf) semakin nyata dalam perekonomian nasional. Pada semester pertama tahun 2025, kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 5,69 persen.

Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari semakin kuatnya fondasi industri kreatif di Indonesia.

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mencatat, sepanjang enam bulan pertama tahun ini, penyerapan investasi di sektor ekraf menembus Rp90,12 triliun, disertai peningkatan daya saing di berbagai subsektor unggulan.

Dari fesyen hingga kuliner, hingga konten digital, kreativitas lokal terbukti mampu bersaing di pasar global.

Sekretaris Kemenekraf Dessy Ruhati menjelaskan bahwa salah satu kunci keberhasilan ini adalah perluasan program ke daerah-daerah.

Tak hanya berpusat di kota besar, kini berbagai inisiatif ekraf juga menjangkau pelosok nusantara.

Baca juga:  KAI Logistik Catat 5.740 Ton Angkutan Selama Ramadan–Idul Fitri, Siap Optimalkan Layanan Arus Balik

“Kami mengubah pendekatan dari sekadar koordinasi menjadi kolaborasi, dan dari sekadar program menjadi perubahan,” ujar Dessy dalam keterangannya, Kamis (30/10/2025).

Ia menegaskan bahwa pendekatan ini terbukti memperkuat kemandirian masyarakat, membuka lapangan kerja, dan menambah sumber devisa baru bagi Indonesia.

“Mari kita terus bergerak, berdampak, dan berdaya bersama,” tambahnya.

Dari sisi tenaga kerja, sektor ekraf telah menyerap 26,47 juta orang—angka yang terus meningkat seiring berkembangnya subsektor digital, desain, dan kriya.

Sementara itu, nilai ekspor produk kreatif juga mencapai USD12,89 miliar, menunjukkan daya saing produk lokal yang semakin kuat di kancah internasional.

Baca juga:  Mengenal Data Lewat Aksi ‘Detektif Data’, Mahasiswa KKN Undip Tanamkan Literasi Data pada Siswa Usia Sekolah Dasar

Menurut Dessy, pertumbuhan ini tidak lepas dari dorongan inovasi dan kreativitas yang terus dikembangkan Kemenekraf.

“Kami mendukung penguatan inovasi agar ekonomi kreatif benar-benar menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Kemenekraf juga berkomitmen untuk mendukung Asta Cita poin ketiga, yakni mengembangkan industri kreatif sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi berbasis inovasi.

Upaya memperluas jangkauan ekonomi kreatif dilakukan melalui kolaborasi antara Kemenekraf dan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).

Menko PM Muhaimin Iskandar menilai sinergi ini menjadi bentuk nyata paradigma baru pembangunan nasional.

Baca juga:  Warga Desa Pidodo Kulon Gelar Tasyakuran Kemerdekaan, Harapkan Persatuan dan Kerukunan Tetap Terjaga

“Pemberdayaan bukan sekadar slogan, tapi tanggung jawab negara untuk menghadirkan masyarakat yang produktif dan berdaya,” tegas Muhaimin.

Ia menambahkan, pembangunan berbasis ekonomi kreatif merupakan cara efektif untuk menumbuhkan kemandirian, terutama di daerah.

Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam roda ekonomi.

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA