Berita  

Mahasiswa UPGRIS Ikut Lestarikan Budaya Lewat Produksi Gantungan Miniatur Barongan

produksi gantungan kunci miniatur barongan

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 30 kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku UMKM lokal dengan ikut membantu proses produksi gantungan kunci miniatur barongan, salah satu produk khas Desa Diwak, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

Kegiatan ini dilakukan di rumah Mas Jery, pengrajin miniatur barongan yang telah menekuni kerajinan tersebut selama beberapa tahun terakhir.

Dalam prosesnya, mahasiswa KKN ikut belajar sekaligus membantu tahap-tahap pembuatan gantungan kunci yang seluruhnya dikerjakan secara manual, mulai dari pemotongan bahan, pengecatan, hingga tahap akhir perakitan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 10 Gelar Sosialisasi Pembukuan Sederhana di Desa Trayu

Mas Jery mengungkapkan rasa senangnya dengan kehadiran mahasiswa KKN yang menunjukkan ketertarikan terhadap hasil karya lokal.

“Saya senang sekali ada mahasiswa yang mau ikut turun langsung. Kalau memang ini salah satu program kalian, saya dukung penuh. Siapa tahu bisa bantu promosi biar produk ini makin dikenal,” ujarnya.

Selain ikut membantu proses produksi, mahasiswa KKN juga memberikan beberapa masukan terkait rebranding kemasan agar produk gantungan kunci ini dapat terlihat lebih menarik dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi TK Kuncup Mekar Belajar Langsung Peran TNI dan Pemadam Kebakaran

Dukungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal pengembangan usaha kecil di Desa Diwak agar terus berinovasi dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Kegiatan kolaboratif ini berlangsung dengan suasana penuh semangat dan saling berbagi ilmu.

Mahasiswa belajar tentang ketekunan dan kreativitas dari para pengrajin, sementara para pelaku UMKM mendapatkan perspektif baru dalam pengemasan dan pemasaran produk mereka.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 30 tidak hanya berperan sebagai peserta pengabdian masyarakat, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan antara kreativitas lokal dan potensi pengembangan ekonomi kreatif desa.

Baca juga:  Siaga Arus Balik Idulfitri 1447H/Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *