Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bidang Pendidikan menggelar sosialisasi dan edukasi anti-bullying (perundungan) bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN 1 Pagersari, Senin (10/8/2026).
Kegiatan ini digelar untuk membangun kesadaran siswa sejak dini agar mampu mengenali, mencegah, dan menyikapi perilaku perundungan di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan pengertian, ciri-ciri, jenis, dampak, hingga faktor penyebab bullying, serta langkah yang bisa dilakukan siswa jika melihat atau mengalami perundungan.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan ice breaking bertema pertemanan dan sesi refleksi diri agar siswa dapat lebih memahami perasaan diri sendiri maupun teman-temannya.
Wali Kelas 6 SDN 1 Pagersari, Muhamad Mahsun, mengungkapkan bahwa kasus bullying di kelas 4, 5, dan 6 sejauh ini tergolong jarang terjadi berkat kondisi kelas yang sudah terkondisikan dengan baik.
“Di sini untuk pelaku bullying itu jarang ada, karena dari sisi keamanan juga bagus dan kualitas pembelajaran juga bagus. Kelas 4, 5, 6 ini sudah terkondisikan dengan baik. Bahkan di kelas 6, setiap hari Senin tempat duduk anak-anak kami rolling atau spin biar semua siswa sama rata dan saling mengenal,” ujar Mahsun.
Ia turut menyampaikan tanggapan positif atas kegiatan sosialisasi yang menggabungkan tiga kelas sekaligus.
“Harapan saya sangat positif dengan kolaborasi kelas 4, 5, 6 jadi satu, jadi sangat berwarna. Dengan adanya kegiatan bersama seperti ini, anak-anak jadi saling mengenal. Materinya juga menarik, anak-anak antusias mengikuti, bahkan sampai jam istirahat pun mereka masih semangat mengikuti kegiatan,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN bidang Pendidikan, Dinda Nur Aini Meilasari, menjelaskan alasan pemilihan tema anti-bullying sebagai materi sosialisasi.
“Bullying itu sering dianggap hal sepele oleh anak-anak, padahal dampaknya bisa kebawa sampai mereka dewasa, entah ke korban maupun pelakunya sendiri. Makanya kami kemas materinya dengan bahasa yang sederhana dan banyak contoh sehari-hari, biar anak-anak langsung paham mana yang termasuk bercanda dan mana yang sudah kelewatan,” ujar Dinda.
Senada dengan itu, mahasiswa KKN bidang Pendidikan, Rizki Ramadhani Widodo, menyoroti pentingnya sesi refleksi diri dalam kegiatan tersebut.
“Kami sengaja masukkan sesi refleksi diri supaya anak-anak nggak cuma dengar teori, tapi juga diajak mikir balik ke diri sendiri, pernah nggak sih mereka menyakiti teman tanpa sadar atau justru pernah jadi korban. Dari situ kami harap mereka lebih peka dan berani speak up kalau ada yang tidak beres di sekitarnya,” ujar Rizki.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 12 berharap siswa SDN 1 Pagersari dapat tumbuh menjadi generasi yang saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta berani bersikap ketika melihat tindakan perundungan di lingkungan sekitarnya.
Penulis: Tim KKN UPGRIS 2026 Kelompok 12 Desa Pagersari
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar