Jatengvox.com – Mahasiwa KKN UIN Walisongo Semarang posko 143 menggelar program pendampingan intensif bagi pelaku Usaha Mikro, kecil, dan menegah (UMKM) di Desa Werdoyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak.
Program pemberdayaan yang diinisiasi oleh divisi Hubungan Masyarakat (Humas) ini berfokus pada pengembangan lini usaha catering serta industri kudapan bakery lokal seperti donat, brownies, dan pizza mini.
Salah satu sasaran utama pemberdayaan ini adalah usaha catering dan bakery “Trijaya” milik Ibu Sulatri yang berlokasi di Desa Werdoyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak. (Rabu, 19 Agustus 2026)
Usaha rumahan yang telah dirintis sejak beberapa tahun lalu ini memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian desa.
Mengawali kiprah dari usaha warisan sang ibu, Ibu Sulatri resmi memproduksi aneka roti sejak tahun 2020 setelah sebelumnya sukses mengembangkan jasa catering snack pada tahun 2019.

Dengan ketekunan dan konsistensi meski berbekal modal terbatas, produk-produk buatan UMKM Trijaya kini kian dikenal dan digemari oleh masyarakat lokal.
Langkah strategis ini diambil setelah memetakan potensi besar sektor kuliner rumahan Desa Werdoyo yang dinilai memiliki daya saing tinggi, namun masih membutuhkan sentuhan manajemen usaha dan optimalisasi pemasaran digital agar jangkauan pasarnya lebih luas.
“Kami melihat sektor catering dan bakery di Desa Werdoyo punya kualitas produk yang sangat baik. Lewat pendampingan ini, kami berfokus untuk membantu para pemilik usaha dari segi pemasaran digital,” ujar Alwi, Perwakilan divisi Humas KKN UIN Walisongo.
Dalam sesi wawancara mendalam bersama Divisi Humas KKN UIN Walisongo, Ibu Sulatri mengungkapkan berbagai tantangan yang kerap dihadapi oleh pelaku usaha skala kecil.
Salah satu kendala utama yang dirasakan adalah fluktuasi harga bahan baku pokok serta lonjakan harga bahan kemasan pendukung seperti plastik.
“Banyak sekali kendalanya, terutama modal dan kenaikan harga bahan baku seperti plastik. Bahan pokok harganya sering naik-turun, sehingga strategi penentuan harga jual sangat dilematis. Jika harga dinaikkan konsumen protes, tapi jika tidak dinaikkan margin keuntungan menipis,” tutur Ibu Sulatri.
Meski menghadapi tantangan harga bahan baku, UMKM Trijaya terus menjaga kualitas cita rasa dan konsistensi produk. Saat ini, produk unggulan yang menjadi favorit para pelanggan setia meliputi aneka olahan roti seperti pizza mini, donat, brownies, serta kue kering.
Untuk ketahanan produk, aneka roti segar dan donat diproduksi tanpa bahan pengawet sehingga bertahan hingga 3 hari, sementara varian kue kering mampu bertahan hingga hampir satu bulan.
Dari sisi pemasaran, UMKM Trijaya menerapkan kombinasi sistem penjualan langsung dan penjualan secara titip jual. Selain membuka lapak sendiri di pasar lokal dan menyetor ke pedagang lain, Ibu Sulatri juga menitipkan produknya ke warung-warung sekitar serta memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp dan Facebook.
Kabar menggembirakan hadir di sektor perizinan usaha. Pada bulan ini, UMKM Trijaya telah berhasil melengkapi seluruh legalitas usahanya, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), Izin Edar P-IRT, hingga Sertifikat Halal Resmi. Kehadiran legalitas ini menjadi pijakan kuat bagi Mahasiswa KKN UIN Walisongo untuk membawa produk usaha ini naik kelas.
Melalui pendampingan berkelanjutan dari Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, diharapkan UMKM Trijaya tidak hanya berdaya secara ekonomi lokal, tetapi juga mampu merambah jangkauan pasar yang lebih luas dan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya di Desa Werdoyo.
Penulis: Tim divisi Humas Posko 143 KKN UIN Walisongo
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar