Membangun Kesadaran HAM dan Kesejahteraan Psikologis melalui Edukasi Lintas Generas di Desa Ngaren

waktu baca 6 menit
Senin, 10 Agu 2026 20:09 8 jatengvox

Jatengvox.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) di Desa Ngaren telah melaksanakan salah satu program kerja multidisiplin dengan mengangkat tema “Peningkatan Kesadaran Hak Asasi Manusia dan Kesejahteraan Psikologis Masyarakat Lintas Generasi.” Program kerja ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya pemahaman masyarakat mengenai hak asasi manusia (HAM) sekaligus kesejahteraan psikologis dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga berupaya menciptakan ruang diskusi yang memungkinkan masyarakat untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, maupun pertanyaan yang berkaitan dengan HAM dan kondisi psikologis dalam kehidupan bermasyarakat.

Gagasan program ini berawal dari survei yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN di Desa Ngaren sebelum pelaksanaan kegiatan. Survei tersebut menjadi salah satu dasar dalam mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan masyarakat sehingga program yang dirancang dapat disesuaikan dengan permasalahan yang ditemukan di lapangan.

Berdasarkan hasil survei, diketahui bahwa masih terdapat keterbatasan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai hak asasi manusia serta kaitannya dengan kesejahteraan psikologis. Sebagian masyarakat mungkin telah menerapkan nilai-nilai penghormatan terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari, tetapi belum sepenuhnya memahami bahwa sikap saling menghargai, memperoleh rasa aman, mendapatkan perlakuan yang adil, menyampaikan pendapat, serta memperoleh ruang untuk berkembang merupakan bagian yang memiliki keterkaitan dengan pemenuhan hak dan kesejahteraan individu.

Kondisi tersebut menjadi alasan bagi mahasiswa KKN untuk menyusun program yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi secara satu arah. Pemahaman mengenai HAM dan kesejahteraan psikologis merupakan topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga penyampaiannya perlu dilakukan dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh berbagai kelompok usia. Oleh karena itu, program ini dirancang dengan pendekatan lintas generasi, sehingga masyarakat dari berbagai kelompok usia dapat memperoleh pemahaman bersama mengenai pentingnya menghormati hak orang lain sekaligus menjaga kesejahteraan psikologis diri sendiri maupun orang-orang di lingkungan sekitar.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai konsep dasar hak asasi manusia dan kesejahteraan psikologis. Materi disampaikan dengan mengaitkan konsep tersebut dengan situasi yang sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat.

Pendekatan ini dilakukan agar masyarakat tidak memandang HAM sebagai konsep yang jauh atau hanya berkaitan dengan persoalan hukum, melainkan sebagai nilai yang dapat ditemukan dalam interaksi sehari-hari. Misalnya, menghargai pendapat orang lain dalam musyawarah, tidak melakukan diskriminasi, menghormati perbedaan antargenerasi, memberikan kesempatan kepada setiap anggota keluarga untuk menyampaikan pendapat, serta menciptakan lingkungan sosial yang aman dan nyaman merupakan contoh sederhana yang dapat mencerminkan penghormatan terhadap hak dan martabat manusia.

Baca juga:  Cegah Bullying Lewat Lagu, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Siswa SDN Pondok 03

Selain membahas HAM, kegiatan juga menyoroti pentingnya kesejahteraan psikologis masyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat, kondisi psikologis seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti hubungan keluarga, lingkungan sosial, tekanan pekerjaan, perbedaan pandangan, maupun persoalan antargenerasi.

Maka dari itu, mahasiswa KKN mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi diri dan orang-orang di sekitarnya. Kesadaran terhadap kesejahteraan psikologis tidak hanya berarti memahami kondisi diri sendiri, tetapi juga membangun hubungan sosial yang sehat melalui komunikasi, empati, sikap saling menghargai, serta kemampuan untuk menyelesaikan perbedaan tanpa memperburuk hubungan antar individu.

Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah sesi tanya jawab. Sesi ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa KKN setelah materi disampaikan. Masyarakat dapat mengajukan pertanyaan mengenai hal-hal yang belum dipahami ataupun menyampaikan contoh permasalahan yang pernah ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Tingkatkan Peran Pemuda, Mahasiswa KKN Undip Edukasi Hukum Lingkungan dan Budaya Zero Waste kepada Karang Taruna Desa Nganjat

Adanya sesi tanya jawab membuat kegiatan menjadi lebih interaktif karena komunikasi tidak hanya berlangsung dari mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga berlangsung secara dua arah. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa dapat mengetahui sejauh mana materi yang diberikan dapat dipahami sekaligus mengetahui sudut pandang masyarakat terhadap persoalan HAM dan kesejahteraan psikologis.

Agar kegiatan berlangsung lebih menarik dan dapat mengukur pemahaman peserta, mahasiswa KKN juga menyelenggarakan kuis yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Kuis menjadi salah satu metode untuk mengajak masyarakat mengingat kembali informasi yang diperoleh selama kegiatan.

Pertanyaan yang diberikan disusun berdasarkan materi serta contoh permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, peserta tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga diajak untuk berpikir dan menentukan jawaban berdasarkan pemahaman mereka. Suasana kuis yang lebih santai juga diharapkan dapat membuat kegiatan edukasi terasa lebih menyenangkan dan tidak terlalu formal.

Pelaksanaan program dengan melibatkan sesi tanya jawab dan kuis menunjukkan bahwa edukasi kepada masyarakat dapat dilakukan dengan pendekatan yang partisipatif. Masyarakat tidak ditempatkan hanya sebagai penerima informasi, melainkan sebagai bagian aktif dalam proses pembelajaran.

Hal ini menjadi penting terutama karena program ditujukan kepada masyarakat lintas generasi yang memiliki pengalaman, pola komunikasi, dan tingkat pemahaman yang berbeda. Melalui interaksi tersebut, diharapkan dapat terbentuk pemahaman bersama bahwa setiap individu, terlepas dari usia maupun latar belakangnya, memiliki hak untuk dihormati dan memiliki peran dalam menciptakan lingkungan sosial yang mendukung kesejahteraan psikologis.

Program kerja ini juga memiliki makna yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat Desa Ngaren. Peningkatan kesadaran mengenai HAM tidak berhenti pada pemahaman mengenai definisi dan konsep, tetapi diharapkan dapat berkembang menjadi perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Semarakkan Desa Tanjung, Mahasiswa KKN Tim II Undip Aktif Sukseskan Rangkaian Lomba Kemasyarakatan

Demikian pula dengan kesejahteraan psikologis yang tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hubungan antara individu, keluarga, dan lingkungan sosial. Ketika masyarakat memiliki kesadaran untuk menghargai satu sama lain, mendengarkan pendapat, menghindari tindakan yang merendahkan, serta membangun komunikasi yang sehat, maka lingkungan sosial yang lebih aman dan nyaman dapat tercipta.

Bagi mahasiswa KKN UNDIP, kegiatan ini juga menjadi proses pembelajaran langsung mengenai bagaimana suatu permasalahan masyarakat dapat diidentifikasi melalui survei. Kemudian diterjemahkan menjadi sebuah program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga belajar memahami karakteristik masyarakat, membangun komunikasi lintas generasi, mengelola diskusi, serta menciptakan metode edukasi yang dapat diterima oleh peserta. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan KKN sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus penerapan pengetahuan yang telah diperoleh mahasiswa selama berada di perguruan tinggi.

Pada akhirnya, “Peningkatan Kesadaran Hak Asasi Manusia dan Kesejahteraan Psikologis Masyarakat Lintas Generasi” merupakan program yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat berdasarkan hasil survei dan kemudian diwujudkan melalui kegiatan edukatif yang interaktif. Penyampaian materi, sesi tanya jawab, dan kuis menjadi rangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap masyarakat Desa Ngaren semakin memahami pentingnya menghormati hak dan martabat setiap individu serta membangun lingkungan yang mendukung kesejahteraan psikologis. Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, nilai-nilai saling menghormati, empati, komunikasi yang baik, dan kepedulian antar sesama diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan masyarakat Desa Ngaren secara berkelanjutan.

 

Penulis : Tim KKN Undip di Desa Ngaren 2026

 

Editor : Uswatun Khasanah

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA