Antisipasi Bencana Alam Tanah Longsor, Mahasiswa KKN UPGRIS Berdampak Petakan Zona Rawan Tanah Longsor di Desa Wringinputih

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Agu 2026 22:00 6 jatengvox

Jatengvox.com – Sebagai Langkah dalam menekan risiko bencana alam tanah longsor di wilayah desa wringinputih, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPGRIS Berdampak Kelompok 1 menyerahkan hasil program kerja tentang Pencegahan Bencana berupa Peta Pemetaan Area Rawan Bencana Tanah Longsor kepada Pemerintah Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Penyerahan peta mitigasi ini dilakukan secara langsung oleh perwakilan mahasiswa kepada Kepala Desa Wringinputih pada Kamis (20/8/2026).

Penyerahan dokumen dan visual peta tersebut menjadi simbol sinergi antara akademisi dan pemerintah desa dalam mengantisipasi potensi ancaman longsor yang kerap mengintai saat musim penghujan tiba.

Baca juga:  Dukung Administrasi Desa, KKN-T IDBU 15 Undip Dampingi Penyusunan dan Penataan Dokumen

Program kerja pembuatan peta ini disusun berdasarkan hasil pemetaan geografis, analisis kemiringan lereng, serta kondisi tanah di berbagai dusun yang ada di Desa Wringinputih.

Melalui data visual ini, masyarakat dan perangkat desa kini memiliki acuan terpadu untuk mengenali titik-titik rentan, sehingga proses evakuasi maupun langkah pencegahan dini dapat dilakukan secara lebih terukur.

Penanggung Jawab Program Kerja Kebencanaan KKN UPGRIS Kelompok 1, Abdullah Wahyu Setiawan, menjelaskan bahwa penyusunan peta ini bertujuan untuk memberikan landasan data kuantitatif dan visual yang valid bagi masyarakat.

Baca juga:  ESDM dan BMKG Ingatkan Potensi Bencana Susulan di Sumatera, Mitigasi Harus Diperkuat Segera

“Kami berharap peta ini menjadi acuan utama bagi warga dan pihak desa dalam membaca potensi risiko bencana alam tanah longsor di desa wringinputih ini, sehingga antisipasi kebencanaan dapat dilakukan lebih dini dan sistematis demi keselamatan bersama,” ujar Abdullah.

Sementara itu, Kepala Desa Wringinputih, Bapak Untung Pambudi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian serta dedikasi mahasiswa KKN UPGRIS selama mengabdi di wilayahnya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran KKN UPGRIS di desa kami, khususnya melalui program kerja penanggulangan bencana tanah longsor ini. Informasi dari peta ini nantinya dapat disampaikan secara luas kepada masyarakat sebagai dorongan untuk menggalakkan gerakan reboisasi dan penghijauan di titik-titik rawan. Walaupun Langkah ini terkesan terlambat, namun daripada tidak dilakukan sama sekali, upaya ini tentu akan membawa manfaat besar dalam meminimalisir risiko longsor di masa depan,” ujar Bapak Untung Pambudi.

Baca juga:  Hadirkan Nuansa Idulfitri di 18 Stasiun, LRT Jabodebek Ciptakan Pengalaman Perjalanan Lebaran yang Lebih Hangat

Kehadiran peta rawan bencana ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai dokumen arsip desa, tetapi juga ditindaklanjuti secara berkesinambungan sebagai bahan edukasi kebencanaan bagi masyarakat guna mewujudkan Desa Wringinputih yang tangguh dan siaga bencana.

 

Penulis: Tim KKN UPGRIS Kelompok 1

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA