Jatengvox.com — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian desa. Namun, dalam proses produksinya, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sering kali luput dari perhatian. Hal inilah yang menjadi fokus utama kegiatan program multidisiplin mahasiswi Teknik Industri, Masayu Nur Kautsar Zaida Nafia Setyani, dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di UMKM Shibori Sidomaju yang berlokasi di RT 4 Dusun Karanglo, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
UMKM Shibori Sidomaju berfokus pada pembuatan kain pewarnaan teknik shibori. Pada proses produksi melibatkan berbagai tahapan kerja aktif mulai dari pencampuran zat warna cair, perebusan, hingga penanganan bahan-bahan kimia pendukung. Sayangnya, belum adanya identifikasi bahaya (hazard) yang terstruktur pada tahapan produksi tersebut berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja bagi para pekerja.
Melihat kondisi tersebut, Masayu menginisiasi program Identifikasi Hazard dan Sosialisasi Potensi Bahaya. Dari hasil identifikasi, ditemukan beberapa aspek risiko yang memerlukan perhatian khusus, diantaranya kontak langsung dengan bahan kimia iritan/korosif.

Sebagai bentuk konkret pengendalian risiko (risk control), Masayu menyerahkan serta memasang penanda bahaya (warning sign) visual di titik-titik krusial area lantai produksi, seperti:
Selain pemasangan atribut visual, kegiatan ini pun berisi edukasi dan sosialisasi kepada pemilik dan pengrajin UMKM Shibori Sidomaju mengenai pentingnya membudayakan K3 dalam kegiatan sehari-hari.
Melalui program yang berfokus pada K3 ini, UMKM Shibori Sidomaju diharapkan dapat mengutamakan aspek keselamatan dan kesadaran bahaya dalam setiap tahapan produksi. Langkah sederhana dengan mengenali potensi bahaya serta mematuhi rambu keselamatan menjadi kunci utama mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan bebas dari kecelakaan demi produktivitas keberlanjutan UMKM Shibori Sidomaju.
Penulis : Masayu Nur Kautsar Zaida Nafia Setyani
Program Studi : Teknik Industri
Editor : Uswatun Khasanah
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar