Jatengvox.com – Pembakaran sampah secara terbuka masih menjadi permasalahan lingkungan yang perlu mendapat perhatian. Selain menghasilkan asap dan menurunkan kualitas udara, aktivitas tersebut berpotensi memicu kebakaran, terutama jika dilakukan di sekitar permukiman, lahan terbuka, dan vegetasi kering.
Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa Kelompok 3 KKN-T IDBU 52 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program multidisiplin bertajuk “Mitigasi Kebakaran Lahan melalui Pemetaan Titik Rawan Kebakaran dan Edukasi Pengelolaan Sampah Organik” di RW 05, Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas Program Kampung Iklim (ProKlim) melalui pemetaan risiko lingkungan dan pengelolaan sampah organik.
Mahasiswa tidak hanya mengidentifikasi lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran, tetapi juga menyediakan media informasi serta memperkenalkan alternatif pengolahan sampah kepada masyarakat.

Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pengurus RW, pengurus RT, dan masyarakat setempat.
Koordinasi dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan serta lokasi yang masih digunakan sebagai tempat pembakaran sampah. Informasi awal tersebut kemudian menjadi dasar pelaksanaan observasi lapangan.
Mahasiswa melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah lokasi di wilayah RW 05. Identifikasi titik rawan dilakukan dengan memperhatikan keberadaan aktivitas pembakaran sampah, kondisi lahan dan vegetasi, kedekatan lokasi dengan permukiman, akses menuju lokasi, serta kemungkinan penyebaran api ke area di sekitarnya.
Lokasi yang teridentifikasi kemudian dicatat dan dipetakan untuk memberikan gambaran spasial mengenai persebaran titik rawan kebakaran.
Peta tersebut menyajikan informasi mengenai lokasi yang memerlukan perhatian dan pemantauan sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengenali area yang perlu diwaspadai.
Hasil pemetaan disajikan dalam bentuk Plang Peta Titik Rawan Kebakaran yang dipasang di wilayah RT 02 RW 05.
Pemilihan lokasi pemasangan mempertimbangkan keterlihatan dan kemudahan akses agar informasi pada plang dapat dibaca serta dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain dipasang dalam bentuk plang, peta titik rawan kebakaran juga diunggah ke website. Penyediaan peta melalui media fisik dan digital bertujuan memperluas akses informasi.

Plang dapat menjadi media informasi langsung di lingkungan permukiman, sedangkan peta pada website dapat diakses dan diperbarui apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan.
Pemetaan tersebut diperkuat melalui edukasi mengenai hubungan antara pembakaran sampah, polusi udara, dan risiko kebakaran lahan.
Masyarakat diberikan pemahaman bahwa pembakaran bukan satu-satunya cara untuk mengurangi sampah rumah tangga.
Sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan bahan alami lainnya masih dapat dimanfaatkan melalui proses pengolahan yang tepat.
Salah satu alternatif yang diperkenalkan adalah penggunaan komposter untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.
Pengolahan tersebut dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang atau dibakar. Kompos yang dihasilkan juga dapat digunakan kembali untuk tanaman dan penghijauan lingkungan.
Selain komposter, masyarakat dikenalkan dengan pembuatan Eco-Enzyme sebagai salah satu bentuk pemanfaatan sisa bahan organik rumah tangga.
Edukasi ini diharapkan dapat mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dari membakar sampah menjadi mengolahnya menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Untuk memperkuat penyampaian informasi, mahasiswa menyusun buku saku yang memuat materi mengenai komposter, Eco-Enzyme, mitigasi kebakaran lahan, serta regulasi pengelolaan sampah.
Buku saku dirancang dengan penjelasan yang ringkas agar dapat dipahami dan digunakan kembali oleh masyarakat setelah kegiatan KKN selesai.
Program ini menghasilkan pendekatan pencegahan yang saling melengkapi. Pemetaan digunakan untuk mengenali lokasi yang perlu diwaspadai, sedangkan plang dan website menjadi media penyampaian informasi.
Edukasi pengolahan sampah diarahkan untuk mengurangi pembakaran terbuka sebagai salah satu aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan polusi udara.
Dari aspek sosial, kegiatan ini membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya pembakaran sampah dan pentingnya pencegahan kebakaran dari tingkat rumah tangga.
Dari aspek lingkungan, penerapan komposter dan Eco-Enzyme dapat membantu mengurangi timbulan sampah organik, pencemaran udara, serta risiko penyebaran api ke lahan dan vegetasi di sekitarnya.
Bagi pengurus RT 02 dan RW 05, plang serta peta digital dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung dalam kegiatan sosialisasi dan pemantauan lingkungan.
Informasi di dalamnya juga dapat menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, terutama melalui peningkatan pengetahuan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko lingkungan.
Pengurangan pembakaran sampah juga menjadi langkah untuk menekan pencemaran udara serta membangun lingkungan permukiman yang lebih tangguh.
Program tersebut juga sejalan dengan SDGs 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi pemetaan, website, serta plang sebagai inovasi dan infrastruktur informasi lingkungan.
Perpaduan media fisik dan digital memungkinkan informasi mitigasi kebakaran tersedia secara lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T IDBU 52 berharap Plang Peta Titik Rawan Kebakaran di RT 02 RW 05 dan peta digital pada website dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kolaborasi antara mahasiswa, pengurus lingkungan, dan warga diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan ProKlim serta menciptakan RW 05 yang lebih aman, inovatif, dan tangguh terhadap risiko kebakaran.
Penulis: Tim KKN-T IDBU 52 Universitas Diponegoro
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar