Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) menghadirkan inovasi digital untuk mendukung pengelolaan sampah organik di Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen. Muhammad Afandi Hilmi Nurudin, mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip, meluncurkan website edukasi tentang budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang dapat diakses masyarakat secara daring.
Website tersebut merupakan bagian dari program kerja bertajuk “Edukasi Budidaya Maggot Berbasis Website sebagai Media Informasi Digital”. Program ini bertujuan menyediakan sumber informasi yang praktis, sistematis, dan mudah diakses masyarakat mengenai budidaya maggot sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah organik.
Website edukasi budidaya maggot tersebut dapat diakses melalui [https://maggotduyunganundip.my.canva.site/]. Berbagai materi mengenai budidaya maggot BSF disajikan secara sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat.
Materi yang tersedia meliputi pengenalan maggot, siklus hidup Black Soldier Fly, tahapan atau alur budidaya, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), hingga informasi mengenai desain kandang maggot. Informasi tersebut disusun untuk membantu masyarakat memahami proses budidaya maggot sekaligus melihat potensi pemanfaatannya dalam mengolah sampah organik menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
Program edukasi digital ini juga mendukung kegiatan pengelolaan sampah organik berbasis maggot yang dilakukan bersama Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Kurnia Mulya di Desa Duyungan.
Dengan adanya website tersebut, edukasi mengenai budidaya maggot tidak hanya dilakukan melalui kegiatan tatap muka. Masyarakat dapat mengakses informasi secara mandiri kapan saja sehingga jangkauan edukasi dapat semakin luas.

Afandi mengatakan, pembuatan website dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat terhadap media informasi yang praktis dan mudah diakses.
“Tidak semua warga bisa mempelajari materi budidaya maggot secara langsung, sehingga kami membuat website ini agar informasinya tetap bisa diakses kapan saja dan oleh siapa saja,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan media digital diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai budidaya maggot secara lebih mudah. Selain menjadi media edukasi, website tersebut juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang pemanfaatan maggot BSF dalam pengelolaan sampah organik.
Peluncuran website edukasi ini menjadi salah satu luaran dari rangkaian program kerja Afandi selama melaksanakan KKN di Desa Duyungan. Secara keseluruhan, program tersebut berfokus pada penguatan pengelolaan sampah organik berbasis maggot BSF melalui edukasi dan pemanfaatan teknologi digital.
Ke depan, website ini diharapkan dapat terus dikelola dan dikembangkan sehingga menjadi sumber informasi berkelanjutan bagi warga Desa Duyungan maupun masyarakat luas yang tertarik mempelajari budidaya maggot BSF, pengelolaan sampah organik, dan potensi ekonomi dari maggot.***
Penulis: Muhammad Afandi Hilmi Nurudin
Program Studi S1 Bisnis Digital, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro
Pembimbing: Azis Rifai, S.T., M.Si.
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar