Jatengvox.com – Pesatnya perkembangan teknologi dan banyaknya infornasi yang masuk setiap detiknya menjadikan data, yang merupakan kumpulan fakta, angka, maupun informasi, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Kemampuan membaca dan memahami data atau literasi data kini menjadi salah satu keterampilan dasar yang penting untuk dimiliki sejak usia dini.
Mengingat betapa krusialnya hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 74 Universitas Diponegoro (Undip) mengenalkan konsep data kepada siswa-siswi usia sekolah dasar melalui program edukasi bertajuk ”Detektif Data”, Minggu (28/6).
Melalui konsep bermain sambil belajar sebagai ”Detektif Data”, mahasiswa KKN mengajak para siswa memahami bahwa data bukanlah hal yang rumit, melainkan fakta sederhana yang biasa mereka temui sehari-hari.
Para siswa yang bertempat tinggal di sekitar RW 03 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang berbondong-bondong meramaikan posko KKN dalam program tersebut.
Nada, mahasiswa KKN-T Tim 74 Undip Program Studi Statistika, sekaligus sebagai inisiator program, menjelaskan bahwa materi edukasi dibuat sesederhana mungkin dan berfokus pada pengenalan konsep dasar data secara visual agar dapat ditangkap oleh seluruh siswa yang mengikuti kegiatan.

Pada tahap awal, dilakukan permainan interaktif untuk mengumpulkan perhatian para siswa, yaitu dengan tantangan ”Di manakah temanku?”. Di tantangan ini, mereka akan mencari teman dengan hobi yang sama, umur yang sama, atau warna favorit yang sama. Tahap awal ini menjembatani tahap selanjutnya yang kemudian memasuki sesi edukasi interaktif.
”Untuk kegiatan edukasinya dibagi menjadi beberapa kelompok didampingi fasilitator, dan dalam satu kelompok terdiri dari berbagai anak usia sekolah dasar dengan rentang usia 6-12 tahun,” jelas Nada.
Ia pun melanjutkan bahwa di dalam kelompok tersebut, diharapkan siswa yang ada di tingkatan kelas lebih tinggi seperti kelas 4, 5, dan 6 dapat berinteraksi dengan siswa di kelas kecil, sehingga aktivitas menjadi interaktif dan tidak membosankan.
Dalam sesi edukasi interaktif yang berlangsung selama tujuh puluh lima menit, pengajar menyampaikan materi mengenai pengertian data dan informasi, bagaimana data harus disimpan, cara membuat tabel sederhana, sampai cara membaca tabel dan diagram sederhana.

Materi dibekali bahan ajar seperti modul dan flashcard dengan ilustrasi menarik agar para siswa dapat bersemangat dalam membuat tabel layaknya menyusun puzzle. Seringkali, orang tua siswa yang menunggu di depan posko mengintip dan tersenyum melihat anak-anaknya belajar.
”Saya senang sekali kalau anak-anak belajar bersama Mbak-Mas KKN sekalian,” ujar salah satu orang tua siswa.
Antusiasme siswa terlihat tinggi sepanjang kegiatan. “Detektif Data” diakhiri dengan empat butir soal evaluasi yang dikerjakan masing-masing kelompok dengan penuh semangat serta apresiasi bagi siswa-siswi yang aktif melontarkan jawaban di sesi kuis.
Melalui program edukasi ini, diharapkan para siswa dapat membawa pulang pemahaman literasi data yang akan berguna bagi jenjang kehidupan selanjutnya.
Penulis: Nisrina Nada Fahimah, Mahasiswa Program Studi Statistika, Universitas Diponegoro
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar