TIM II KKN Tematik IDBU 30 UNDIP bersama Dosen Pembimbing Lapangan, Perwakilan LPPM Undip, Sekretaris Desa Sriwulan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, dan Puskesmas Sayung Jatengvox.com – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam Tim II KKN Tematik IPTEK Bagi Daerah Binaan (IDBU) 30 resmi diterjunkan ke Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Rabu (1/7/2026).
Pengabdian selama 45 hari hingga 14 Agustus 2026 ini mengusung tema “Model Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat untuk Pengurangan Risiko Kesehatan di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak”.
Sebelum diberangkatkan menuju lokasi KKN, mahasiswa mengikuti apel pelepasan di depan Gedung ICT Universitas Diponegoro. Kegiatan tersebut dihadiri oleh dosen pembimbing lapangan, Dr. Ling. Ir. Tri Joko, M.Si. dan Dr. Ling. Ir. Sri Sumiyati, S.T., M.Si., IPU., ASEAN Eng.
Selain itu, hadir pula Dr. Satrio Adi Wicaksono, Sp.An. serta Adnan Fauzi, S.T., M.Kom. selaku perwakilan Pengelola KKN LPPM Undip yang memberikan arahan kepada seluruh peserta KKN.
Dalam sambutannya, Adnan Fauzi berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik Universitas Diponegoro selama menjalankan pengabdian di masyarakat.
“Mahasiswa KKN adalah representasi Universitas Diponegoro di tengah masyarakat. Jagalah nama baik almamater, bangun komunikasi yang baik dengan warga, dan pastikan setiap program kerja yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat serta dampak nyata bagi masyarakat. Jadikan KKN sebagai ruang belajar sekaligus ruang mengabdi,” ujar Adnan.

Sebanyak 30 mahasiswa diterjunkan dalam program ini dengan latar belakang keilmuan yang saling melengkapi, yakni Teknik Lingkungan (Fakultas Teknik), Kesehatan Masyarakat (Fakultas Kesehatan Masyarakat), serta Ilmu Komunikasi (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). Kolaborasi lintas disiplin tersebut diharapkan mampu menghasilkan pendekatan yang memperkuat perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan.
Setelah tiba di Balai Desa Sriwulan, kegiatan penerjunan mahasiswa disambut oleh Sekretaris Desa Sriwulan Mochamad Ridlo, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak Sudarwanto, S.Pd., M.Si., Perwakilan Puskesmas Sayung Eko Purwanto.
Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Sriwulan, Mochamad Ridlo, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN Tematik IDBU 30 di desanya.
Ia berharap kolaborasi yang terjalin selama 45 hari ke depan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Selama masa pengabdian, mahasiswa melaksanakan tiga program multidisiplin yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Program pertama berfokus pada peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat melalui sosialisasi PHBS, edukasi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemilahan sampah rumah tangga, dan pelatihan pembuatan kompos sederhana.
Program kedua bertujuan memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui penguatan bank sampah sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi sampah anorganik.
Sementara itu, program ketiga memperkenalkan pengelolaan sampah organik melalui pelatihan pengomposan dan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengurangan sampah sekaligus penghasil produk bernilai ekonomi.
Selain sosialisasi dan pelatihan, mahasiswa juga melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi guna mendukung keberlanjutan program. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat didorong menjadi pelaku utama dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah desa, kader lingkungan, serta masyarakat, KKN-T IDBU 30 diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Desa Sriwulan.
Lebih dari sekadar menjalankan program kerja selama 45 hari, kegiatan ini menjadi upaya membangun kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan demikian, lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan dapat terwujud, sekaligus menjadikan Desa Sriwulan sebagai contoh penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Demak.
Tidak ada komentar