Menuju Ketoyan Bebas Stunting, Mahasiswa KKN-R Undip Lakukan Edukasi Pencegahan Stunting bagi Ibu Hamil dan Balita untuk Mendukung SDGs 3

waktu baca 5 menit
Sabtu, 15 Agu 2026 20:40 10 jatengvox

Jatengvox.com – Kesehatan dan tumbuh kembang anak merupakan salah satu aspek penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pemenuhan kebutuhan dasar anak, terutama kesehatan dan gizi, sejak usia dini memiliki peran besar dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Namun, berbagai permasalahan kesehatan dan gizi masih menjadi tantangan bagi masyarakat, salah satunya stunting yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dan pemenuhan gizi sejak dini menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Desa Ketoyan menjadi salah satu wilayah pelaksanaan program KKN-R Undip yang turut mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting.

Melalui edukasi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita, mahasiswa KKN-R Undip berupaya memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan gizi, serta memperhatikan tumbuh kembang anak sejak dini.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya Desa Ketoyan yang lebih sadar akan pentingnya pencegahan stunting.

Edukasi Pencegahan Stunting bagi Ibu Hamil dan Balita

Edukasi kepada ibu hamil dan ibu dengan balita mencakup pengenalan stunting, penyebab, dampak, serta langkah pencegahannya melalui konsep ABCDE, yaitu Aktif mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), Bumil rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, Cukupi konsumsi protein hewani, Datang ke Posyandu setiap bulan, serta Eksklusif memberikan ASI selama enam bulan yang dilanjutkan dengan MP-ASI bergizi seimbang.

Baca juga:  Layanan Lost and Found KAI Divre III Palembang Jaga Keamanan Barang Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026

Melalui edukasi ini, masyarakat diajak memahami pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.

Edukasi tersebut turut memperkenalkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting sebagai landasan hukum dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Peraturan ini mendefinisikan stunting sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang serta menetapkan ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0–59 bulan sebagai kelompok sasaran.

Perhatian khusus diberikan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui pemenuhan gizi, ASI eksklusif, MP-ASI yang tepat, pemantauan tumbuh kembang, dan pola hidup bersih dan sehat.

Edukasi Air Layak Konsumsi dan Gizi Ibu Hamil

Pencegahan stunting juga diperkuat melalui edukasi mengenai pentingnya air layak konsumsi.

Masyarakat diperkenalkan pada pemeriksaan sederhana menggunakan TDS meter serta metode penyaringan dan perebusan air yang tepat.

Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kualitas air dan kebersihan lingkungan dalam menjaga kesehatan keluarga.

Selain itu, ibu hamil diberikan edukasi mengenai mitos dan fakta makanan selama kehamilan. Berbagai pantangan makanan yang berkembang di masyarakat dikenalkan kembali berdasarkan informasi yang tepat, mengingat beberapa makanan seperti ikan dan udang justru merupakan sumber protein, vitamin, mineral, dan omega-3 yang dibutuhkan dalam pertumbuhan janin.

Baca juga:  Cegah Produk UMKM Desa Depok Ditiru, Mahasiswa KKN-R Undip Edukasi Pelabelan dan Pendaftaran Merek Dagang

Edukasi juga dilengkapi dengan pengenalan pangan lokal seperti beras, jagung, sayuran, buah, kacang-kacangan, dan telur sebagai sumber pangan bergizi yang mudah diperoleh dan relatif terjangkau. Dengan demikian, pemenuhan gizi tidak selalu harus bergantung pada bahan pangan yang mahal.

Sebagai upaya pengemasan ulang informasi terkait pangan lokal, mahasiswa menyusun sebuah Buku Resep di mana berisi berbagai menu kreasi berbasis pangan lokal yang dapat digunakan sebagai makanan tambahan atau makanan pendamping yang bergizi dan mudah untuk didapatkan dan dijangkau.

Diharapkan dengan usaha ini, informasi terkait pangan lokal dapat dengan mudah dipahami baik oleh kader Posyandu maupun Ibu Hamil.

Pengelolaan Keuangan Keluarga dan Pemanfaatan Media Digital

Pemenuhan gizi keluarga juga didukung melalui edukasi pengelolaan keuangan rumah tangga. Keluarga diarahkan untuk mencatat pendapatan dan pengeluaran, menentukan skala prioritas, serta mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan pangan bergizi sesuai kemampuan ekonomi.

Perencanaan sederhana tersebut diharapkan dapat membantu keluarga mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang anak.

Untuk memperluas jangkauan edukasi, grup WhatsApp Desa Ketoyan dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran informasi kesehatan.

Materi mengenai 1.000 HPK, ASI eksklusif, MP-ASI, gizi seimbang, protein hewani, dan pemantauan tumbuh kembang dapat dibagikan secara berkala sehingga mudah diakses masyarakat.

Pemanfaatan media digital ini menjadi salah satu upaya menjaga keberlanjutan edukasi di luar kegiatan tatap muka.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Dorong Digitalisasi UMKM Desa Sumub Kidul melalui QRIS, Google Maps, dan Media Promosi

Penguatan Kapasitas Kader Posyandu

Keberlanjutan edukasi juga didukung melalui program “Cara Menggunakan Canva AI untuk Design Presentasi” bagi kader Posyandu.

Dalam hal ini kader dipandu menggunakan Canva AI dan cara mengetik promptnya, mulai dari memilih template bertema stunting, membuat teks dengan fitur “Tulisan Ajaib”, membuat elemen visual melalui menu “Elemen”, hingga mengatur dan mengedit desain.

Melalui kegiatan ini, kader diharapkan mampu memanfaatkan Canva AI untuk membuat media presentasi yang mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat.

Mendorong Ketoyan Bebas Stunting

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting memerlukan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, kualitas air dan sanitasi, pemanfaatan pangan lokal, pengelolaan keuangan keluarga, hingga penyebaran informasi melalui media digital.

Melalui keterlibatan mahasiswa KKN-R Undip, ibu hamil, ibu dengan balita, dan kader Posyandu, edukasi diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada masyarakat lainnya.

Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi dalam mendukung SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta mewujudkan Desa Ketoyan yang lebih sadar akan pencegahan stunting demi terciptanya generasi emas yang sehat, tangguh, dan berkualitas.

Ibu Fat, selaku bidan Desa Ketoyan, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

“Materi yang disampaikan oleh anak-anak KKN telah membantu dan diharapkan ibu-ibu sekalian dapat memahami serta menerapkannya,” ujarnya.

 

 

Penulis: Tim KKN II Reguler Universitas Diponegoro Desa Ketoyan

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA