Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) yang ditempatkan di Desa Tanjung Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan berupa mewarnai dan praktik membatik Bersama UMKM Sentra Batik Tanjung pada Selasa, (11/8/2026).
Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja bidang sosial kemasyarakatan ini digagas sebagai bentuk dukungan mahasiswa terhadaop pelestarian budaya local sekaligus pemberdayaan UMKM di Desa Tanjung.
Melalui keterlibatan langsung kami dalam proses membantik, mahasiswa berupaya mempererat interaksi dengan masyarakat dan pelaku usaha setempat, sekaligus turut mengenalkan dan menjaga eksistensi batik sebagai warisan budaya daerah.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengikuti secara aktif rangkaian proses membatik mulai dari tahap mewarnai kain hingga praktik membatik langsung didampingi oleh para pelaku UMKM Sentra Batik Tanjung.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa turut berbincang dan berdiskusi dengan para perajin mengenai proses produksi, tantangan usaha, hingga nilai jual batik yang dihasilkan.
Salah satu mahasiswa yang terlibat, Clarissa Chika dari prodi Sastra Indonesia, turut berinteraksi dan berbincang langsung dengan pelaku UMKM setempat selaga kegiatan berlangsung.
Purwanto, pemilik UMKM Sentra Batik Tanjung menceritakan proses panjang di balik pembuatan sehelai batik serta nilai jual yang dihasilkan dari usaha yang dijalankannya
“Batik yang kami buat ini kalau dijual sekitar 400 ribu – 800 ribu, prosesnya cukup sulit mulai dari memggambar pola sampai tahap pewarnaannya” ujarnya.

Bagi anggota, pengalaman langsung mencoba serta belajar dalam proses membatik dan mendengar cerita tersebut membuatnya semakin memahami bahwa di balik selembar kain batik, terdapat proses panjang serta ketelitian tinggi yang menuntut kesabaran para pengrajin.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan dukungan moral bagi para pelaku UMKM Sentra Batik Tanjung untuk terus melestarikan batik sebagai identitas budaya desa, sekaligus mendorong semakin dikenalnya batik Tanjung di kalangan masyarakat luas.
Penulis: Clarissa Chika Estevania Wattimena
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar