Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program kerja bertajuk “Edukasi Perubahan Perilaku Pembakaran Sampah melalui Penyampaian Pesan Manfaat dan Dampak Kesehatan” bagi warga Desa Nyamplungsari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.
Program ini digagas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak pembakaran sampah serta mendorong perubahan perilaku melalui penyampaian pesan edukasi yang mudah dipahami.
Pembakaran sampah masih menjadi kebiasaan yang umum dilakukan warga, padahal aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan berdampak buruk bagi kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan hingga penurunan kualitas udara di lingkungan sekitar permukiman.
Ketua PKK Desa Nyamplungsari menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya program edukasi tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN Undip yang sudah mengadakan edukasi ini. Semoga informasi mengenai bahaya membakar sampah ini bisa membuat warga lebih peduli terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar,” ujar Ketua PKK Desa Nyamplungsari.
Pelaksanaan program diawali dengan survei awal melalui observasi terhadap kebiasaan masyarakat dalam mengelola dan membakar sampah.
Observasi ini dilakukan untuk memahami sejauh mana pembakaran sampah masih menjadi praktik umum di lingkungan warga, sekaligus menjadi dasar dalam menyusun pesan edukasi yang tepat sasaran.
Dari hasil observasi tersebut, mahasiswa KKN menyusun media edukasi berupa poster yang memuat pesan ajakan mengenai manfaat tidak membakar sampah, seperti terciptanya udara yang lebih bersih dan lingkungan yang sehat, serta pesan peringatan mengenai dampak pembakaran sampah terhadap kesehatan dan pencemaran udara.
Poster dirancang dengan bahasa yang sederhana dan visual yang mudah dipahami agar pesan dapat diterima oleh seluruh kalangan warga tanpa memerlukan penjelasan yang rumit.
Poster kemudian dipasang di Balai Desa Nyamplungsari pada Senin (10/8/2026) sebagai titik strategis yang mudah dilihat masyarakat.
Pemilihan balai desa sebagai lokasi pemasangan didasarkan pada pertimbangan bahwa lokasi tersebut kerap menjadi pusat aktivitas dan kunjungan warga, sehingga pesan edukasi dapat menjangkau lebih banyak orang secara berkelanjutan.
Melalui program ini, masyarakat memperoleh gambaran mengenai penyampaian pesan persuasif yang mengangkat manfaat dan dampak sebagai upaya mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.
Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong warga untuk mengurangi kebiasaan membakar sampah dan mulai menerapkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Program ini turut mendukung SDGs Nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya melalui upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Pengurangan kebiasaan membakar sampah diharapkan dapat menjadi bagian dari perubahan perilaku masyarakat menuju pola pengelolaan sampah yang lebih baik serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Ke depan, keberlanjutan pesan edukasi ini diharapkan dapat terus didukung oleh pemerintah desa maupun tokoh masyarakat setempat.
Dengan adanya dukungan tersebut, kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dapat tertanam secara lebih luas dan konsisten di tengah masyarakat Desa Nyamplungsari.
Penulis: Diva Fasma Sekar Nirwana Sasongko: KKN Reguler Tim II Undip Desa Nyamplungsari
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar