Tekan Limbah Rumah Tangga, Mahasiswa KKN Undip 2026 Latih Warga Mijen Buat Briket demi SDGs 8, 12, & 15

waktu baca 3 menit
Rabu, 12 Agu 2026 20:30 6 jatengvox

Jatengvox.com – Tumpukan daun kering selama ini paling sering dibiarkan menumpuk atau dibakar begitu saja. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 52 Universitas Diponegoro (UNDIP) 2026 Ghina Putri N F, Salima Galih R, dan Baihaqi Ramadhani mencoba memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK RT 03/RW 07, Kelurahan Mijen, Kota Semarang melalui sosialisasi pengolahan daun kering menjadi briket.

Bukan sekadar penyuluhan sekali jalan, peserta diajak memahami proses pembuatannya langkah demi langkah, sampai pada peluang menjadikannya produk yang bisa dijual. 

Tumpukan daun kering kerap menjadi persoalan tersendiri di lingkungan permukiman. Alih-alih dibiarkan menumpuk atau dibakar secara terbuka, limbah organik tersebut sebenarnya masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengadakan program pemanfaatan daun kering menjadi briket sebagai alternatif pengelolaan limbah organik di RT 03/RW 07, Kelurahan Mijen, Kota Semarang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi mengenai pengolahan daun kering menjadi bahan bakar alternatif.

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK diajak untuk melihat kembali potensi limbah yang ada di sekitar rumah dan mengenal cara sederhana untuk mengolahnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Posko 24 UIN Walisongo Lakukan Survei dan Pendampingan UMKM Keripik Lokal

Dalam sosialisasi, tim KKN memperkenalkan daun kering sebagai bahan baku briket serta tahapan pengolahannya, mulai dari pengeringan, karbonisasi, penghalusan, pencampuran bahan perekat, pencetakan, hingga pengeringan.

Penjelasan mengenai tahapan pembuatan briket disampaikan lebih lengkap melalui modul yang dibagikan kepada peserta. 

Kelompok 2 Tim KKN-T IDBU 52 Undip 2026 juga memberikan edukasi melalui modul kepada Kelompok Tani (POKTAN) DI RW 07 Mijen Permai.

Kelompok Tani memiliki keterkaitan langsung dengan lingkungan sekitar dan dapat menjadi salah satu pihak yang turut mengenalkan atau mengenbangkan pemanfaatan bahan organik yang tersedia di wilayah RW 7.

Baca juga:  Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Rawamangun Tampil Anggun Berkebaya

Dengan adanya panduan tersebut, informasi yang disampaikan dapat tetap digunakan oleh masyarakat. 

link modul briket : https://drive.google.com/file/d/1VRjsZCso3h-sG_CDAmlkVBFpTA9KPKpj/view?usp=drivesdk 

Penggunaan metode karbonisasi secara tertutup menjadi salah satu bagian penting yang diperkenalkan dalam kegiatan ini.

Metode tersebut menjadi alternatif yang lebih tepat dibandingkan pembakaran daun secara terbuka karena dapat membantu mengurangi asap yang dihasilkan selama proses pengolahan.

Hal ini juga relevan dengan upaya menjaga kualitas udara di lingkungan permukiman serta mendorong masyarakat untuk mengelola limbah tanpa melakukan pembakaran secara terbuka.

Dari Limbah Menjadi Produk Bernilai

Tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, pemanfaatan daun kering menjadi briket juga memiliki peluang ekonomi. Briket yang telah diolah dan dikemas dapat digunakan untuk kebutuhan sendiri maupun dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Dengan begitu, daun kering yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih berguna sekaligus berpotensi memberikan tambahan nilai ekonomi bagi masyarakat 

Baca juga:  Akun Tiba-Tiba Logout? Waspadai Modus Penipuan Ini yang Bisa Bikin Uangmu Terkuras

Mendukung Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Program kerja ini juga sejalan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peluang pengembangan usaha berbasis masyarakat, SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kembali limbah organik, serta SDGs 15 tentang Ekosistem Daratan melalui upaya menjaga kualitas lingkungan dari dampak pengelolaan limbah yang kurang tepat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya mendorong masyarakat untuk melihat limbah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan dan dikembangkan.

Pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat, sehingga pengelolaan daun kering di RT 03 tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah yang bernilai ekonomi dan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. 

 

Penulis: Ghina Putri Nur Fadhila

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA