Mahasiswa KKN UNDIP Wujudkan Optimalisasi UMKM Keripik Singkong dan Penguatan Legalitas Usaha di Desa Tumbal

waktu baca 4 menit
Sabtu, 25 Jul 2026 20:30 4 jatengvox

Jatengvox.com – Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) membawa angin segar bagi perkembangan ekonomi lokal di Desa Tumbal. Melalui tajuk “Optimalisasi Sektor UMKM Keripik Singkong dan Penguatan Legalitas Usaha Berkelanjutan,” sebuah tim yang terdiri dari sebelas mahasiswa lintas disiplin ilmu bahu-membahu merumuskan solusi inovatif untuk memajukan usaha keripik singkong milik Bapak Sumito.

Program yang diusung tidak sekadar teori, melainkan aksi nyata yang menyentuh seluruh denyut nadi usaha—mulai dari wajah produk, tata kelola mesin, hingga administrasi keuangan dan pajak.

Menata Ulang Wajah Produk dan Ruang Kerja

Langkah transformasi diawali oleh Alya Rizqina Rahmadyani (Ilmu Komunikasi) yang meremajakan wajah produk melalui rebranding identitas visual.

Alya merancang logo baru yang sarat makna dan menghadirkan stempel custom packaging, sebuah solusi cerdas yang membuat proses pelabelan kemasan menjadi jauh lebih praktis dan menarik secara visual.

Tak berhenti pada kemasan, visibilitas usaha di dunia nyata dan maya turut diperkuat. Annisa Shafania Putri (Manajemen dan Administrasi Logistik) mengambil inisiatif strategis dengan mendaftarkan lokasi rumah produksi ke dalam Google Business Profile agar mudah dilacak melalui sistem GPS.

Pada 25 Juli 2026, ia juga memasang banner identitas di area depan tempat usaha guna mempermudah akses bagi armada kurir maupun distributor logistik.

Baca juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Ubah Daun Kelor Jadi Puding Manis Demi Cegah Stunting

Menyasar efisiensi operasional harian, Maria Claretha Arliene (Bahasa dan Kebudayaan Jepang) menanamkan prinsip budaya kerja 5S asal Jepang (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke).

Melalui pemberian modul panduan interaktif, pemilik usaha diajak untuk konsisten menjaga kebersihan dan penataan ruang produksi, yang pada akhirnya akan mendongkrak produktivitas serta mutu produk.

Mempertajam Strategi Bisnis dan Kualitas Produksi

Untuk memetakan arah bisnis yang lebih menjanjikan, Rajwa Rakan Riansyah (Administrasi Bisnis) turun tangan menyusun Business Model Canvas (BMC).

Pendampingan ini membantu pemilik usaha menstrukturkan target pasar, saluran distribusi, hingga arus pendapatan, yang semuanya dirangkum dalam modul pengembangan bisnis berkelanjutan.

Guna mengoptimalkan daya tahan produk di pasaran, Muhammad Kahfi Gilang Ramadhan (Teknik Perkapalan) mengedukasi teknik penggunaan mesin impulse sealer secara presisi.

Baca juga:  KKN Undip Hadirkan SIKANDA, Dorong Digitalisasi Informasi dan Pelayanan Desa Kandeman

Pemilik UMKM dilatih langsung untuk mengontrol waktu penyegelan agar kemasan keripik menjadi lebih kedap udara, konsisten, dan memenuhi aspek keselamatan kerja.

Kualitas kemasan tersebut juga diimbangi dengan jaminan kebersihan oleh Raisya Syahwalani (Kesehatan Masyarakat), yang menyoroti pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta keamanan pangan.

Edukasi komprehensif terkait sanitasi ruang produksi, kebersihan diri pekerja, hingga mitigasi kontaminasi bahan kimia dirangkum apik dalam sebuah buku saku operasional.

Membangun Fondasi Legalitas dan Sirkular Ekonomi

Tak hanya fokus pada ranah teknis, payung hukum usaha pun ikut diperkokoh. Rafi Akbar Pradana (Hukum) mengawal penuh proses penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui platform Online Single Submission (OSS).

Dokumen legalitas ini diserahkan langsung kepada pelaku usaha sebagai “tiket” untuk mengakses berbagai program pembinaan dari pemerintah.

Melengkapi urusan kepatuhan bernegara, Ega Ratanika (Akuntansi Perpajakan) memberikan pendampingan pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) secara daring melalui sistem Coretax DJP, membekali pemilik UMKM dengan modul agar siap mengurus urusan pajaknya secara mandiri.

Membedah urusan dapur finansial, Amanda Nasywa Zahira (Akuntansi) hadir membenahi sistem tata kelola uang yang sebelumnya masih bercampur baur.

Baca juga:  ENSIA 2026 Hadir Kembali, SUCOFINDO Dorong Inovasi Berkelanjutan dan Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Perubahan Iklim

Ia menanamkan kebiasaan memisahkan uang pribadi dan hasil dagang melalui penggunaan dompet fisik yang berbeda, memberikan buku kas, serta melatih perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) agar margin keuntungan bersih dapat diketahui secara pasti dan logis.

Inovasi berkelanjutan turut diprakarsai oleh M. Mufid Kelvin (Agroekoteknologi) yang berhasil menyulap limbah kulit singkong menjadi “emas baru”.

Kulit yang biasanya menjadi residu produksi kini difermentasi menjadi pupuk organik cair, sementara bagian lainnya diolah sedemikian rupa menjadi varian keripik alternatif yang memiliki nilai jual tersendiri.

Sebagai gerbang informasi di era serba digital, Syahla Sandiani Assyifa Adam (Informatika) merancang profil UMKM menggunakan platform Linktree.

Lewat satu tautan serbaguna ini, seluruh informasi mulai dari kelengkapan profil, katalog produk, dokumentasi, lokasi peta, hingga kontak pemilik kini dapat diakses dengan sangat mudah oleh calon pelanggan di dunia maya.

Integrasi dari kesebelas program gagasan mahasiswa ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan multidisiplin mampu mengurai kompleksitas kendala di lapangan. UMKM keripik singkong di Desa Tumbal kini memiliki bekal yang mumpuni untuk terus melesat menjadi usaha yang mandiri, tertata, taat hukum, dan siap bersaing di era digital.

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA