Berdayakan Masyarakat, KKN UIN Walisongo & Pemkab Demak Sukses Kembangkan 30 Ekor Sapi di Bumiharjo

waktu baca 4 menit
Selasa, 4 Agu 2026 20:00 17 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 97 Desa Bumiharjo mengikuti kegiatan pendampingan dan peninjauan program bantuan ternak sapi yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Peternakan Kabupaten Demak pada Selasa 04 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.30 WIB di kandang kelompok ternak, Dusun Pojok, Desa Bumiharjo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Peternakan Kabupaten Demak, Kepala Desa Bumiharjo, Ketua Kelompok Tani Desa Bumiharjo, dokter hewan, pengurus harian ternak, serta mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 97.

Peninjauan dilakukan untuk memantau perkembangan program bantuan ternak sapi yang telah berjalan 1 tahun 5 bulan sebagai upaya meningkatkan populasi sapi sekaligus memberdayakan masyarakat melalui sektor peternakan.

Program bantuan tersebut merupakan bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Peternakan Kabupaten Demak kepada Kelompok Tani Desa Bumiharjo berupa 10 ekor sapi betina bunting. Program ini menggunakan sistem perguliran selama tiga tahun.

Setelah masa pendampingan berakhir, induk sapi akan dikembalikan kepada pemerintah daerah untuk kemudian disalurkan kepada desa lain, sedangkan anak sapi yang lahir selama masa pemeliharaan menjadi milik kelompok tani sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca juga:  KKN Desa Kedungsari Hadirkan Kreasi Totebag Ecoprint untuk Tingkatkan Kreativitas Siswa

Perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Peternakan Kabupaten Demak, Ibu Tuti, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan populasi sapi di Kabupaten Demak, tetapi juga mendorong pengembangan pertanian berkelanjutan.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan populasi sapi melalui bantuan indukan sapi betina bunting. Selain itu, kami juga memberikan paket pengelolaan pupuk organik beserta alat pengolahannya agar limbah peternakan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Ibu Tuti.

Kepala Desa Bumiharjo, Bapak Dhikron, menyampaikan apresiasinya terhadap program bantuan tersebut karena dinilai memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Menurutnya, perkembangan ternak sapi di Desa Bumiharjo menunjukkan hasil yang sangat baik.

“Program ini sangat membantu masyarakat Desa Bumiharjo. Perkembangan ternaknya juga cukup pesat, yang awalnya menerima 10 ekor sapi, saat ini jumlahnya sudah mencapai kurang lebih 30 ekor. Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak atas kepercayaannya. Harapannya, program seperti ini ke depan dapat diperluas sehingga dua dusun lainnya di Desa Bumiharjo agar dapat merasakan manfaat yang sama,” ungkap Bapak Dhikron.

Baca juga:  Pantau Harga Jelang Ramadan, Mendag Pastikan Pasokan Pangan Aman di Pasar Sukoharjo

Pengurus Harian Ternak Sapi, Bapak Sugiyono, menjelaskan bahwa target program adalah setiap indukan melahirkan satu anak sapi setiap tahun. Namun, hasil di lapangan menunjukkan perkembangan yang lebih baik dari target yang ditetapkan.

“Target program ini sebenarnya setiap sapi betina melahirkan satu anak dalam satu tahun. Alhamdulillah, selama kurang lebih satu setengah tahun berjalan, beberapa indukan bahkan sudah ada yang berhasil melahirkan dua ekor anak sapi. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan ternak berjalan dengan sangat baik,” jelas Bapak Sugiyono.

Dokter hewan pendamping, Bapak Arif, menjelaskan bahwa pemantauan kesehatan ternak dilakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit yang dapat menghambat produktivitas sapi.

“Pendampingan kesehatan ternak merupakan bagian penting dalam program ini. Kami melakukan pemeriksaan kondisi fisik sapi, kesehatan reproduksi, serta memberikan edukasi kepada pengurus kandang mengenai pemeliharaan yang baik. Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan, kondisi ternak di Desa Bumiharjo secara umum sehat dan perkembangan reproduksinya juga cukup baik. Harapannya, kesehatan ternak tetap terjaga sehingga target peningkatan populasi sapi dapat tercapai secara optimal,” jelas Bapak Arif.

Baca juga:  Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Distribusikan 160 Mushaf Wakaf AlQuran di Wonokerso

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Desa Bumiharjo, Bapak Mahksum, menilai bahwa program ini memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, khususnya karena mampu mendukung sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga Desa Bumiharjo.

“Program ini sangat bermanfaat bagi kelompok tani. Tidak hanya memperoleh hasil dari pengembangan ternak, tetapi kotoran sapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik dan pestisida alami. Hal ini sangat mendukung kegiatan pertanian karena sebagian besar masyarakat Desa Bumiharjo bekerja sebagai petani,” tutur Bapak Mahksum.

Melalui kegiatan pendampingan dan peninjauan ini, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 97 turut memperoleh pengalaman langsung mengenai implementasi program pemberdayaan masyarakat berbasis peternakan yang terintegrasi dengan sektor pertanian.

Program tersebut menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kelompok tani, tenaga kesehatan hewan, dan perguruan tinggi dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

 

 

Penulis: TIM KKN MIT KE-22 UIN WALISONGO SEMARANG POSKO 97

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA