Jatengvox.com – Mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman tidak hanya membutuhkan pemahaman siswa mengenai bullying, tetapi juga keterlibatan mereka dalam membangun budaya sekolah yang saling menghargai.
Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II Universitas Diponegoro tahun 2026 melalui program “Teman Baik, Sekolah Aman: Penguatan Komitmen dan Partisipasi Warga Sekolah dalam Pencegahan Bullying untuk Mewujudkan Lingkungan Belajar Ramah Anak di SDN Kandeman 02” yang dilaksanakan di SDN Kandeman 02, Kabupaten Batang, pada Selasa (28/7/2026).
Mengusung program “Teman Baik, Sekolah Aman: Penguatan Komitmen dan Partisipasi Warga Sekolah dalam Pencegahan Bullying untuk Mewujudkan Lingkungan Belajar Ramah Anak di SDN Kandeman 02”, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi mengenai bullying, tetapi juga mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam mengidentifikasi situasi bullying, menentukan sikap, menyampaikan refleksi, hingga menghasilkan aspirasi yang dapat menjadi masukan bagi pihak sekolah.
Kegiatan yang berlangsung sekitar 90 menit tersebut diawali dengan penyampaian materi interaktif mengenai bullying.

Mahasiswa memperkenalkan pengertian bullying (perundungan), bentuk-bentuk bullying seperti verbal, fisik, sosial, siber, dampak yang dapat ditimbulkan, serta tindakan yang dapat dilakukan ketika siswa mengalami maupun melihat tindakan bullying.
Materi disampaikan menggunakan media presentasi dan dilengkapi dengan pertanyaan sederhana untuk mendorong siswa terlibat selama kegiatan.
Setelah memperoleh pemahaman mengenai bullying, siswa kemudian diajak berpartisipasi dalam Pohon Komitmen Anti-Bullying.
Dalam kegiatan ini, setiap siswa memperoleh lintingan kertas yang berisi situasi sederhana berkaitan dengan bullying. Siswa diminta membaca situasi tersebut dan memosisikan diri apabila berada dalam kondisi serupa.
Mereka kemudian menentukan tindakan yang seharusnya dilakukan dan menuangkannya menjadi sebuah komitmen pribadi. Komitmen tersebut dituliskan pada sticky note berbentuk daun dan ditempelkan pada Pohon Komitmen Anti-Bullying.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi anti-bullying. Video digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai tindakan bullying. Setelah pemutaran video, mahasiswa mengajak siswa mengikuti diskusi interaktif.
Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat mengenai pesan yang terdapat dalam video, perasaan mereka terhadap tokoh yang mengalami bullying, serta tindakan yang sebaiknya dilakukan ketika menghadapi situasi serupa.
Diskusi tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menghubungkan materi dengan pengalaman dan lingkungan pergaulan mereka sehari-hari.
Selanjutnya, siswa mengerjakan worksheet (lembar tugas) yang berisi pertanyaan mengenai materi bullying, studi kasus sederhana, serta refleksi pemahaman.
Melalui worksheet tersebut, siswa tidak hanya diuji mengenai pemahaman terhadap materi, tetapi juga diberikan ruang untuk menuangkan pandangan mereka mengenai lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan refleksi bersama. Mahasiswa KKN mendampingi siswa yang telah menyelesaikan worksheet dan memberikan kesempatan kepada siswa yang berkenan untuk berbagi pengalaman, pendapat, maupun perasaan secara sukarela.
Sesi ini menjadi bagian penting dalam menghimpun suara siswa mengenai kondisi lingkungan sekolah dari sudut pandang mereka sendiri.
Hasil refleksi tersebut kemudian dihimpun dalam Lembar Aspirasi Siswa tentang Lingkungan Sekolah Aman untuk disampaikan kepada pihak sekolah. Penyampaian hasil refleksi menjadi bentuk partisipasi siswa dalam menyampaikan kondisi, kebutuhan, dan pandangan mereka sebagai penerima layanan pendidikan.
Melalui hasil refleksi yang disampaikan, diharapkan pihak sekolah dapat memperoleh gambaran mengenai pengalaman dan pandangan siswa terkait bullying.
Masukan tersebut selanjutnya diharapkan dapat mendorong adanya tindak lanjut dari sekolah dalam memperkuat upaya pencegahan maupun penanganan bullying di lingkungan siswa, sehingga upaya menciptakan sekolah yang aman tidak berhenti setelah kegiatan edukasi selesai.
Program ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui upaya mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung proses belajar siswa.
Lingkungan belajar yang aman menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung siswa memperoleh layanan pendidikan secara optimal.
Melalui program “Teman Baik, Sekolah Aman: Penguatan Komitmen dan Partisipasi Warga Sekolah dalam Pencegahan Bullying untuk Mewujudkan Lingkungan Belajar Ramah Anak di SDN Kandeman 02”, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro tidak hanya memberikan edukasi mengenai pencegahan bullying kepada siswa kelas 5 SDN Kandeman 02, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk berpartisipasi, membangun komitmen, serta menyampaikan refleksi dan aspirasi mengenai lingkungan sekolah.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat keterlibatan siswa sebagai bagian dari warga sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak, sekaligus mendorong pihak sekolah untuk merespons aspirasi dan kebutuhan siswa melalui tindak lanjut dalam upaya pencegahan dan penanganan bullying di lingkungan sekolah.
Penulis: Septi Khumairatussalbiyah
Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Dian Safitri, S.P., M.Si
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
PILIHAN NOMINAL

Tidak ada komentar