Jatengvox.com – Perkembangan teknologi membuat cara orang mencari dan membeli makanan ikut berubah. Hal ini turut menjadi perhatian Tim KKN-T 74 Universitas Diponegoro dalam melaksanakan program “Dari Gerobak ke Genggaman” pada Selasa, 21 Juli 2026 di Desa Purwosari.
Kegiatan ini ditujukan bagi pelaku UMKM untuk mengenal cara memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari kegiatan pemasaran dan pengembangan usaha.
Program tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan sosial kemasyarakatan Tim KKN-T 74. Kegiatan berfokus pada pendampingan UMKM mie ayam milik Ibu Zainab yang selama ini menjalankan usaha dengan mengandalkan penjualan secara langsung.
Dalam kegiatan ini, Tim KKN-T 74 memberikan penjelasan mengenai cara sederhana untuk membuat usaha lebih mudah dikenal oleh calon pelanggan. Materi yang diberikan meliputi dasar pemasaran 4P, yaitu product, price, place, dan promotion, serta konsep AIDA yang dapat digunakan dalam membuat promosi.
“Selama ini jualannya lebih banyak mengandalkan pembeli yang sudah tahu tempatnya. Jadi kami coba mengenalkan cara supaya usaha ini bisa lebih dikenal, tidak hanya oleh orang yang lewat atau warga sekitar,” ujar Ibu Zainab.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilakukan dengan praktik langsung. Tim KKN-T 74 memberikan contoh bagaimana produk makanan dapat dipromosikan melalui foto yang lebih menarik, informasi menu yang jelas, serta penggunaan media komunikasi digital.

Peserta juga dikenalkan dengan WhatsApp Business dan beberapa layanan pesan-antar makanan seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood. Pengenalan tersebut dilakukan agar pelaku UMKM memiliki lebih banyak pilihan dalam menjangkau pelanggan dan menerima pesanan.
Menurut Ibu Zainab, penggunaan media digital sebelumnya belum terlalu banyak diterapkan dalam kegiatan berjualan sehari-hari. Setelah mengikuti pendampingan, ia mulai memahami bahwa telepon genggam yang selama ini digunakan untuk berkomunikasi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung usaha.
“Awalnya saya belum terlalu paham bagaimana cara promosi lewat HP. Setelah dijelaskan ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Bisa mulai dari foto makanan, kasih informasi menu, lalu dibagikan ke pelanggan,” katanya.
Tim KKN-T 74 juga menekankan bahwa digitalisasi tidak harus dilakukan sekaligus. Pelaku usaha dapat memulainya dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan sendiri dan disesuaikan dengan kebutuhan usaha.
Melalui program “Dari Gerobak ke Genggaman”, Tim KKN-T 74 berharap pelaku UMKM di Desa Purwosari dapat mulai memanfaatkan media digital sebagai bagian dari kegiatan pemasaran. Dengan begitu, usaha yang selama ini dikenal oleh pelanggan sekitar juga memiliki kesempatan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Tim KKN-T 74 dalam mendampingi masyarakat Desa Purwosari, khususnya pelaku UMKM, agar dapat mengikuti perubahan pola pemasaran dan memanfaatkan teknologi yang sudah semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Penulis: Putri Haura Davina, Mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Diponegoro.
Editor: Murni Anggita
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar