Mahasiswa KKN Undip Gelar Pelatihan Pengisian Kapsul dan Kenalkan Profesi Apoteker Kepada Siswa SDN 01 Kandeman

waktu baca 3 menit
Senin, 27 Jul 2026 20:00 13 jatengvox

Jatengvox.com – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan Program Kerja Multidisiplin 2 (Proker Multidisiplin 2) bertajuk “Apoteker Cilik: Pengenalan Profesi Farmasi dan Pelatihan Pembuatan Sediaan Kapsul Sederhana” di SDN 01 Kandeman, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, pada Senin (27/7/2026).

Kegiatan yang ditujukan kepada siswa kelas 6A ini bertujuan untuk memperkenalkan profesi apoteker sekaligus memberikan pengalaman praktik sederhana mengenai proses pengisian kapsul.

Program “Apoteker Cilik” dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kefarmasian kepada siswa melalui metode pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan aplikatif.

Selain mengenalkan profesi apoteker dan tenaga kefarmasian, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai jenis-jenis obat, bentuk sediaan obat, fungsi obat, serta pentingnya menggunakan obat secara tepat dan aman.

Kegiatan diawali dengan pengondisian siswa, pembukaan, dan perkenalan mahasiswa KKN. Selanjutnya, siswa mendapatkan pemaparan materi mengenai profesi apoteker, tenaga kefarmasian, serta pengenalan obat menggunakan media PowerPoint dan leaflet edukasi.

Materi disampaikan secara interaktif agar siswa lebih mudah memahami peran tenaga kefarmasian dalam pelayanan kesehatan.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Adakan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Melati dan Sekam Padi Bersama KWT Sekar Melati

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab aktif berhadiah. Para siswa diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan.

Sesi ini berlangsung dengan antusias dan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi edukasi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik pengisian kapsul sederhana. Satu kelas dibagi menjadi empat kelompok untuk mengikuti praktik secara lebih terarah.

Masing-masing kelompok didampingi oleh dua mahasiswa KKN yang berperan sebagai kakak fasilitator.

Para fasilitator mendampingi siswa secara langsung dalam setiap tahapan pengisian kapsul sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman praktik dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Setiap siswa berkesempatan untuk mengikuti secara langsung tahapan pengisian kapsul dengan bimbingan mahasiswa.

Dalam praktik tersebut, tepung digunakan sebagai bahan simulasi dan bukan sebagai bahan obat, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman praktik secara aman.

Baca juga:  Work from Hotel Jadi Alternatif Baru Bagi Profesional di Jakarta

Kepala SDN 01 Kandeman, Budi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan pengisian kapsul dapat memberikan pengalaman baru sekaligus membuka wawasan siswa mengenai pemanfaatan tanaman sebagai bahan obat herbal.

“Program pelatihan pengisian kapsul ini sangat bermanfaat, terutama untuk memberikan pengalaman kepada siswa. Siapa tahu ke depannya siswa dapat mengolah tanaman menjadi obat herbal yang kemudian dikemas dalam bentuk kapsul, sehingga menjadi pengalaman baru bagi mereka,” ujar Budi.

Respons positif juga disampaikan oleh salah satu guru SDN 01 Kandeman. Guru tersebut berharap kegiatan serupa dapat diberikan kepada para guru agar mereka turut memperoleh pengalaman mengenai proses pengisian kapsul.

“Kalau bisa, kegiatan pelatihan pengisian kapsul juga dilaksanakan untuk guru-guru, supaya kami juga dapat mengetahui dan memahami bagaimana cara mengisi kapsul,” ungkap salah satu guru SDN 01 Kandeman.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berharap siswa dapat mengenal profesi apoteker secara lebih dekat serta memiliki pengetahuan dasar mengenai obat dan penggunaannya secara tepat dan aman.

Baca juga:  *Update Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Tiket KA dari Daop 1 Jakarta Masih Tersedia untuk Berbagai Tujuan Favorit*

Pengalaman praktik yang diberikan juga diharapkan dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik serta mendorong rasa ingin tahu siswa terhadap bidang kesehatan dan kefarmasian.

Program “Apoteker Cilik” turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education.

Kegiatan ini selaras dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui pembelajaran yang inovatif dan aplikatif, khususnya dalam meningkatkan literasi kesehatan sejak usia dini.

Melalui edukasi dan praktik langsung, siswa memperoleh pemahaman dasar mengenai profesi kesehatan, jenis-jenis obat, serta pentingnya penggunaan obat secara aman sebagai bekal pengetahuan sejak dini.

Kegiatan ditutup dengan pembagian jajanan kepada siswa, penyerahan leaflet edukasi kepada pihak sekolah sebagai bahan bacaan lanjutan, serta dokumentasi bersama. Melalui Program Kerja Multidisiplin 2 ini, mahasiswa KKN Undip berharap edukasi kefarmasian dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa maupun pihak sekolah.

 

 

Penulis: Farah Fika Maulidiya, Tim II KKN-R Undip 2026 Desa Kandeman.

Editor: Murni Anggita

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA