Jatengvox.com – Stigma negatif masyarakat terhadap pajak kerap menjadi tembok penghalang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang. Guna mengubah persepsi tersebut sekaligus mendorong kemandirian finansial, mahasiswa KKN-T IBDU 12 Universitas Diponegoro (Undip) menggelar kegiatan edukasi dan pendampingan digitalisasi laporan keuangan bagi para pelaku usaha di Desa Tawangsari.
Kegiatan multidisiplin ini berfokus pada pelatihan penginstalan dan penggunaan aplikasi pencatatan keuangan SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan).
Inisiatif tersebut diusung oleh Muhammad Ageng Noor Rahman, mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan, Sekolah Vokasi Undip.

Acara yang menyasar kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Melati Desa Tawangsari ini mendapat sambutan hangat.
Dari total 17 anggota aktif yang terdaftar, sebanyak 12 pelaku usaha hadir secara langsung untuk mengikuti seluruh rangkaian pembekalan.
Dalam pemaparannya, Muhammad Ageng menjelaskan bahwa pemahaman akuntansi dasar dan ketertiban administrasi merupakan fondasi penting bagi UMKM.
Sebelum masuk ke ranah teknis aplikasi, para peserta terlebih dahulu dibekali pemahaman mengenai urgensi dan regulasi pajak UMKM secara transparan.
“Kami ingin meluruskan stereotipe yang berkembang di masyarakat bahwa pajak itu menyulitkan atau menakutkan. Justru dengan pencatatan keuangan yang rapi, pelaku UMKM dapat mengetahui secara presisi posisi keuangan usahanya, sekaligus memastikan apakah usahanya sudah memenuhi kriteria wajib pajak UMKM atau belum,” ujar Ageng di sela-sela kegiatan.

Pendampingan dilanjutkan dengan sesi praktis penginstalan aplikasi SIAPIK di smartphone masing-masing peserta.
Tim mahasiswa KKN-T memberikan bantuan intensif secara one-on-one untuk memastikan setiap ibu-ibu anggota UPPKA Melati dapat mengoperasikan fitur-fitur awal, seperti pendaftaran akun hingga pengisian data profil usaha.
Tak hanya mengandalkan penyampaian lisan, tim KKN-T Undip juga membagikan leaflet berisi panduan tutorial langkah demi langkah. Fasilitas ini dirancang agar para peserta memiliki acuan tertulis yang mudah dipelajari kembali di kemudian hari.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta berhasil menyelesaikan tahap awal penginstalan serta penginputan data dasar usaha mereka tanpa hambatan berarti.
Mengingat keterbatasan durasi pertemuan, proses pendataan dan pencatatan transaksi harian disepakati untuk dilanjutkan secara mandiri di rumah.
Untuk menjaga keberlanjutan program, tim KKN-T turut mendistribusikan video tutorial dari YouTube sebagai panduan susulan.
Ketua kelompok UPPKA Melati Bu Sumiati menyampaikan apresiasinya atas keikutsertaan mahasiswa Undip yang dinilai memberikan wawasan baru.
Kehadiran teknologi pencatatan digital seperti SIAPIK diharapkan mampu memangkas kerumitan pembukuan manual yang selama ini sering dihindari oleh para pelaku usaha mikro.
Melalui program pendampingan ini, mahasiswa KKN-T Undip berharap para pelaku UPPKA Melati Desa Tawangsari tidak lagi canggung menghadapi tata kelola keuangan modern dan aturan perpajakan.
Langkah digitalisasi ini menjadi pijakan awal bagi UMKM setempat untuk naik kelas dan mengelola usaha secara lebih akuntabel, transparan, serta berkelanjutan.
Penulis: Muhammad Ageng Noor Rahman
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar