UMKM Rejosari Naik Kelas, KKN MMK Perbankan Syariah UIN Walisongo Bekali Strategi Pemasaran Digital

waktu baca 5 menit
Selasa, 4 Agu 2026 20:10 16 jatengvox

Jatengvox.com – Perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar.

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Misi Khusus (KKN MMK) Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang menggelar Pelatihan Pemasaran Digital bagi UMKM di Balai Desa Rejosari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Selasa (4/8/2026).

Pelatihan diikuti oleh 45 warga Desa Rejosari dan 15 mahasiswa KKN MMK Program Studi Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang, dengan total 60 peserta.

Kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat dengan strategi branding, pemasaran digital, serta pemanfaatan media sosial untuk mendukung perkembangan usaha lokal di era digital.

Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh Seradita Nazwa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Dzulkifli, menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu Youla Agustin, serta sambutan dari Koordinator Desa KKN MMK Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang Baehaki Firdaus Afiatun Putra, Kepala Desa Rejosari Teguh Rahayu, dan Camat Bansari Ika Widjayanti.

Narasumber menyampaikan materi strategi branding, pemasaran digital, dan pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan daya saing UMKM Desa Rejosari.

Dalam sambutannya, Baehaki Firdaus Afiatun Putra menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Rejosari beserta masyarakat atas dukungan terhadap pelaksanaan program KKN.

Baca juga:  RUU Penanggulangan Disinformasi Disorot DPR, Komisi I Minta Pemerintah Lebih Terbuka

Ia berharap pelatihan ini mampu memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai pentingnya pemasaran digital sebagai sarana mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga.

Kepala Desa Rejosari Teguh Rahayu mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi.

Menurutnya, kemampuan memasarkan produk secara digital menjadi bekal penting agar UMKM desa mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Camat Bansari Ika Widjayanti mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti pelatihan.

Ia berharap ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Memasuki sesi inti yang dipandu Arista Putri Andriani selaku moderator, materi Pelatihan Pemasaran Digital bagi UMKM disampaikan oleh Niken Fakhili.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa digital marketing merupakan strategi mempromosikan produk melalui media digital seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, hingga marketplace, sehingga mampu menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya promosi yang relatif terjangkau.

Selain memperkenalkan konsep digital marketing, narasumber juga menjelaskan pentingnya mengenali target pasar, membangun branding melalui nama usaha, logo, slogan, dan kemasan produk, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Kelompok 38 UPGRIS Silaturahmi dengan Ketua RW 06 Watuagung, Bahas UMKM dan Kegiatan Masyarakat

Peserta juga dikenalkan dengan peluang usaha digital seperti reseller, dropship, live shopping, hingga content creator sebagai alternatif menambah penghasilan.

“Branding bukan hanya logo atau nama usaha, tetapi identitas yang membuat produk mudah dikenali, diingat, dan dipercaya oleh konsumen. Branding yang baik akan membantu produk memiliki nilai tambah di mata pelanggan,” ujar Niken Fakhili.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Salah seorang peserta, Ibu Dini, menanyakan aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat logo usaha tanpa harus mengeluarkan biaya.

Menanggapi hal tersebut, narasumber merekomendasikan Canva sebagai aplikasi desain yang mudah digunakan, terutama bagi pelaku UMKM yang baru memulai usaha.

“Canva menjadi salah satu aplikasi yang saya rekomendasikan karena gratis, mudah digunakan, dan menyediakan banyak template logo. Bapak dan Ibu tidak perlu membuat desain dari nol, cukup memilih template yang sesuai lalu menyesuaikannya dengan nama produk, warna, maupun identitas usaha masing-masing,” jelas Niken.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama pembuatan logo bukan sekadar mempercantik kemasan, melainkan membangun identitas produk agar lebih mudah dikenali dan dipercaya oleh konsumen ketika dipasarkan melalui berbagai platform digital.

Pertanyaan lain muncul dari peserta mengenai apakah pelaku usaha yang mulai berjualan secara online dan memiliki branding produk akan langsung dikenai pajak.

Baca juga:  Jasa Rilis Berita KKN di Media Online: Mudah, Cepat dan Terpercaya

Menanggapi hal tersebut, Niken menjelaskan bahwa berjualan secara online maupun membangun branding produk tidak serta-merta membuat pelaku usaha langsung dikenai pajak.

“Branding adalah upaya agar produk lebih dikenal masyarakat, misalnya dengan membuat logo, kemasan yang menarik, atau mempromosikan produk melalui media sosial. Jadi, branding maupun berjualan secara online tidak otomatis membuat pelaku usaha langsung dikenai pajak,” terang Baehaki.

Diskusi semakin menarik ketika Kepala Desa Rejosari Teguh Rahayu menanyakan apakah produk masyarakat yang akan dipasarkan pada Festival Lembutan juga dapat dipromosikan melalui media digital agar penjualannya lebih optimal.

Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa promosi melalui media sosial dapat dilakukan bersamaan dengan penjualan langsung di lokasi acara sehingga jangkauan konsumen menjadi lebih luas dan peluang penjualan semakin meningkat.

Penyerahan doorprize kepada peserta dengan nilai pre-test dan post-test terbaik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif selama pelatihan pemasaran digital bagi UMKM.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta, panitia turut membagikan doorprize kepada peserta yang aktif menjawab pre-test, post-test, serta berpartisipasi dalam sesi tanya jawab.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN MMK Program Studi Perbankan Syariah FEBI UIN Walisongo Semarang berharap masyarakat Desa Rejosari semakin siap memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan UMKM.

Dengan strategi branding yang tepat, pemanfaatan media sosial, dan pemasaran digital yang efektif, produk lokal diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

 

Penulis: Rohmatul Laila, Mahasiswa KKN Mandiri Misi Khusus Program Studi Perbankan Syariah FEBI UIN Walisongo Semarang

 

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA