Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT UIN Walisongo Semarang Posko 167 melaksanakan program Pendampingan Pembelajaran di SD Wonotenggang, Desa Wonotenggang, Kabupaten Kendal, pada Rabu (29/7/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan Divisi Pendidikan dan Keagamaan yang bertujuan mendukung proses belajar mengajar sekaligus menumbuhkan semangat belajar siswa sejak usia dini.
Program pendampingan menyasar siswa kelas 1, 2, dan 3 sekolah dasar dengan konsep pembelajaran yang lebih interaktif, komunikatif, dan menyenangkan.
Mahasiswa KKN berkolaborasi secara langsung dengan para guru kelas untuk membantu menyampaikan materi pelajaran sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya.

Kehadiran mahasiswa di tengah proses pembelajaran diharapkan mampu menjadi penyemangat baru bagi siswa sekaligus memberikan variasi metode belajar yang lebih menarik.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa menerapkan berbagai pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik di setiap jenjang kelas.
Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh siswa.
Di sela-sela pembelajaran, mahasiswa mengajak siswa berdiskusi, melakukan tanya jawab, mengikuti permainan edukatif, serta melakukan ice breaking untuk menjaga fokus dan antusiasme mereka selama berada di kelas.

Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, mahasiswa KKN juga berupaya menanamkan nilai-nilai karakter kepada para siswa.
Mahasiswa memberikan motivasi mengenai pentingnya disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sopan santun, serta keberanian untuk mengemukakan pendapat.
Penanaman karakter tersebut diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif yang dapat diterapkan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa KKN dan guru SD Wonotenggang menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan kegiatan.
Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tampak lebih percaya diri dalam menjawab pertanyaan, berani menyampaikan pendapat, serta aktif mengikuti setiap aktivitas yang diberikan.
Respon positif tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang menyenangkan mampu meningkatkan partisipasi siswa sekaligus membantu mereka memahami materi dengan lebih mudah.
Bagi mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo, program pendampingan pembelajaran ini bukan sekadar membantu guru di dalam kelas, tetapi juga menjadi wadah untuk mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.
Melalui keterlibatan langsung dalam dunia pendidikan, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga mengenai pentingnya membangun komunikasi yang efektif, memahami karakter peserta didik, serta menghadirkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi SD Wonotenggang.
Tidak ada komentar