Jatengvox.com – Dalam rangka mendukung tema besar “Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan Desa Berbasis Kearifan Lokal Waduk Cengklik untuk Mendukung Literasi dan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Sobokerto Boyolali”, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU-07 Universitas Diponegoro melaksanakan serangkaian program kerja di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.
Salah satu program kerja tersebut adalah pengklasifikasian 60 koleksi pustaka hibah dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali, yang dilaksanakan sebagai Program Multidisiplin 1 oleh Muhammad Farrel Althaf bersama satu anggota tim lain, sekaligus menjadi bagian dari upaya pengembangan Katalog Pustaka pada platform KALOKA (Kearifan Lokal Kearsipan).
KALOKA merupakan sistem informasi perpustakaan desa berbasis digital yang dirancang untuk mendukung literasi masyarakat sekaligus pariwisata berkelanjutan di kawasan Waduk Cengklik.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (13/07/2026), malam hari, bertempat di Posko KKN Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Metode klasifikasi yang digunakan adalah Dewey Decimal Classification (DDC), sistem klasifikasi persepuluhan yang umum diterapkan pada perpustakaan umum maupun perpustakaan daerah di Indonesia.
Pelaksanaan diawali dengan tahap inventarisasi, yaitu pendataan atribut bibliografis setiap koleksi meliputi judul, nama pengarang, penerbit, dan tahun terbit, dilanjutkan dengan analisis subjek untuk menentukan notasi klasifikasi yang sesuai berdasarkan bagan DDC.

Pembagian tugas dilakukan agar proses klasifikasi 60 koleksi dapat diselesaikan secara efisien, dengan Muhammad Farrel Althaf berfokus pada sebagian koleksi sekaligus berkoordinasi dengan rekan satu tim untuk memastikan konsistensi notasi klasifikasi.
Setiap koleksi kemudian diberi nomor panggil (call number) sebagai identitas unik yang memudahkan penelusuran, baik secara fisik di rak maupun secara digital melalui sistem KALOKA.
Selain menangani koleksi hibah fisik, Muhammad Farrel Althaf turut ditugaskan melakukan pengecekan kode klasifikasi pada koleksi tambahan yang telah tersedia dalam bentuk digital di platform KALOKA, guna memastikan keakuratan dan konsistensi notasi antara koleksi digital dan koleksi hibah fisik.
Terkait proses tersebut, Muhammad Farrel Althaf menyampaikan, “Tantangan terbesar bukan pada banyaknya jumlah koleksi, melainkan pada ketelitian menentukan notasi yang tepat untuk buku-buku yang cakupan subjeknya cukup luas, sehingga saya harus benar-benar memahami isi buku sebelum menetapkan klasifikasinya.”
Pelaksanaan kegiatan ini menghadapi sejumlah kendala teknis, di antaranya keterbatasan waktu akibat tumpang tindih dengan agenda program kerja KKN lainnya, serta terbatasnya ketersediaan bagan DDC lengkap di lokasi kegiatan sehingga proses klasifikasi banyak mengandalkan bagan ringkas dan pengetahuan yang diperoleh dari latar belakang pendidikan Ilmu Perpustakaan dan Informasi.
Untuk mengatasi kendala tersebut, proses klasifikasi dijadwalkan secara bertahap agar seluruh 60 koleksi dapat diselesaikan sesuai dengan tenggat waktu pelaporan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menghasilkan 60 koleksi hibah yang telah memiliki notasi klasifikasi dan nomor panggil, serta koleksi digital tambahan KALOKA yang telah melalui proses pengecekan kode klasifikasi, sehingga siap terintegrasi secara konsisten ke dalam Katalog Pustaka pada sistem KALOKA.
Hasil kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap penataan koleksi perpustakaan desa secara sistematis, sekaligus menjadi salah satu bentuk implementasi keilmuan Perpustakaan dan Informasi dalam mendukung program literasi masyarakat Desa Sobokerto serta pengembangan potensi wisata berbasis kearifan lokal Waduk Cengklik.
Penulis: Muhammad Farrel Althaf, Mahasiswa KKN-T IDBU-07 Universitas Diponegoro
Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.
Tidak ada komentar