Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 86 Posko 23 Desa Jungsemi UIN Walisongo Semarang menggelar kegiatan edukasi pola asuh positif dan kesetaraan gender bersama ibu-ibu posyandu Desa Jungsemi, Kabupaten Demak, Jumat (29/05/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 25 ibu-ibu peserta posyandu serta beberapa perangkat Desa Jungsemi yang turut hadir menyaksikan jalannya kegiatan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya pola asuh yang positif dalam tumbuh kembang anak serta menanamkan nilai-nilai kesetaraan gender dalam lingkungan keluarga.
Permasalahan pola asuh yang kurang tepat dan masih adanya kesenjangan peran gender dalam keluarga menjadi salah satu tantangan sosial yang perlu mendapat perhatian bersama.
Oleh karena itu, mahasiswa KKN berupaya memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya membangun pola asuh yang sehat, penuh kasih sayang, dan kesetaraan gender sejak dalam lingkup keluarga.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian dan jenis-jenis pola asuh anak, dampak pola asuh terhadap perkembangan psikologis anak, serta pentingnya kesetaraan peran antara ayah dan ibu dalam mendidik anak.
Para peserta juga diperkenalkan dengan konsep kesetaraan gender yang bukan sekadar isu sosial, melainkan bagian penting dari kehidupan keluarga yang harmonis dan sehat.
Sesi materi berlangsung secara interaktif, dengan peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman seputar pengasuhan anak dalam keseharian mereka.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ibu Masfufah, A.Md.Keb., seorang bidan Desa Jungsemi yang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam mengenai kesehatan ibu dan anak, termasuk aspek psikologis dan sosial dalam pengasuhan.
Melalui pendekatannya yang ramah dan komunikatif, Ibu Masfufah berhasil menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami oleh para peserta.

Para ibu tampak antusias mendengarkan paparan serta berdiskusi aktif mengenai tantangan-tantangan yang sering dihadapi dalam mengasuh anak sehari-hari.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta tampak aktif berdiskusi serta terbuka dalam menceritakan pengalaman mereka sebagai orang tua.
Metode penyampaian yang menggabungkan edukasi, diskusi, dan berbagi pengalaman nyata membuat peserta lebih mudah memahami pentingnya menerapkan pola asuh yang positif dan mendukung kesetaraan peran dalam keluarga.
Kepala Desa Jungsemi, Bapak Kusgianto, S.E., menyampaikan apresiasinya terhadap program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat yang nyata bagi warga desa, khususnya para orang tua, dalam membangun kesadaran tentang pentingnya pola asuh yang baik dan kesetaraan gender dalam kehidupan keluarga.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Pola asuh yang baik dimulai dari pemahaman orang tua, dan kami berharap ilmu yang didapat hari ini bisa diterapkan dalam keluarga masing-masing,” ujarnya.
Koordinator Desa KKN Reguler 86 Posko 23 Desa Jungsemi, Aditya, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi pola asuh positif dan kesetaraan gender merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan warga desa.
Selain meningkatkan pengetahuan para orang tua, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong perubahan sikap dalam pola pengasuhan anak secara nyata di lingkungan keluarga.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, para ibu dan juga bapak-bapak di rumah dapat memahami bahwa pola asuh yang baik adalah tanggung jawab bersama. Kesetaraan dalam keluarga bukan berarti menghapus peran masing-masing, melainkan saling mendukung demi tumbuh kembang anak yang optimal,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Reguler 86 Posko 23 Desa Jungsemi UIN Walisongo Semarang berharap kesadaran mengenai pentingnya pola asuh yang positif dan kesetaraan gender dapat terus tumbuh di kalangan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi penerus yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, dan dimulai dari pemahaman serta kesadaran para orang tua.
Penulis: Tim KKN Reguler 86 Posko 23 Desa Jungsemi UIN Walisongo






