Jatengvox.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 63 turut berpartisipasi dalam kegiatan posyandu balita dan lansia di Desa Sendangdawung, Kecamatan Kangkung, Kendal.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di empat dusun yaitu Dusun Sendangwetan, Sebeo, Wonokerto, dan Dawung. Setiap dusun memiliki jadwal rutin posyandu yang digelar satu bulan sekali.
Di bulan Agustus ini terjadwal pada tanggal 6 Agustus di Dusun Sendangwetan, 9 Agustus di Dusun Sebeo, 11 Agustus di Dusun Wonokerto, dan 12 Agustus di Dusun Dawung.
Mahasiswa KKN Posko 63 dengan sigap membantu bidan desa dan kader posyandu dalam berbagai kegiatan, mulai dari pendaftaran, penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, hingga pencatatan hasil perkembangan anak.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga membantu kader posyandu dalam pelayanan imunisasi dan pemberian vitamin A serta obat cacing.
Sedangkan untuk lansia, mahasiswa ikut mendampingi dalam proses pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat dan tinggi badan, hingga cek gula darah.
Selain membantu jalannya pelayanan kesehatan rutin, mahasiswa KKN dari Divisi Kesehatan dan Lingkungan juga mengadakan penyuluhan mengenai stunting kepada para orang tua balita.
Penyuluhan ini sengaja dilaksanakan bersamaan dengan posyandu karena mayoritas sasaran utamanya para orang tua balita yang hadir pada kesempatan tersebut.
Dalam penyuluhan, tiga anggota Divisi Kesehatan dan Lingkungan menjelaskan tentang apa itu stunting, faktor penyebab, serta cara pencegahannya.
Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak dan masa depan anak.
“Stunting bisa dicegah dengan memberikan asupan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, atau yang sering disebut 1000 Hari Pertama Kehidupan,” ujar Denisa selaku pemateri.
Selain itu, mereka juga menyampaikan poin utama dalam penyuluhan ini yaitu mengenai 3 Jurus Anti Stunting: Bersih, Bergizi, dan Berdaya Tanam.
Poin tersebut berarti pencegahan stunting dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup, memastikan asupan makanan sehat dan seimbang, serta memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam sayur dan buah sebagai sumber gizi keluarga.
Di akhir kegiatan, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemenuhan gizi balita dan lansia, mahasiswa KKN membagikan jus jambu merah kepada para hadirin.
Minuman sehat ini dipilih karena jambu merah mengandung vitamin C yang tinggi, serat, serta antioksidan yang baik untuk daya tahan tubuh.
Pemberian jus jambu ini sekaligus menjadi contoh sederhana bahwa sumber gizi tambahan bisa diperoleh dari bahan yang mudah didapatkan di sekitar rumah.
Kegiatan mahasiswa KKN ini mendapat sambutan hangat dari tenaga kesehatan desa.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN yang tidak hanya membantu di posyandu, tapi juga memberi edukasi kepada masyarakat,” ujar Bidan Desa Sendangdawung.
Editor : Murni A