Tips Memilih Peralatan Elektronik yang Hemat Listrik agar Tagihan Bulanan Lebih Terkendali

waktu baca 5 menit
Senin, 26 Okt 2026 19:35 0 vritimes

Penggunaan peralatan elektronik sehari-hari dapat memengaruhi konsumsi listrik rumah tangga. Kulkas, AC, mesin cuci, televisi, hingga penanak nasi menggunakan energi dengan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, memilih perangkat yang efisien dan menggunakannya secara bijak bisa menjadi langkah awal untuk mengendalikan pengeluaran rutin.

Salah satu cara mengevaluasi kebiasaan penggunaan listrik adalah dengan cek tagihan listrik bulanan secara berkala. Dari sana, kamu bisa memantau perubahan biaya dan mempertimbangkan apakah konsumsi listrik perlu dikurangi. Agar lebih terarah, berikut beberapa tips memilih peralatan elektronik yang hemat listrik.

1. Periksa Label Tanda Hemat Energi

Sebelum membeli peralatan elektronik, periksa apakah produk memiliki Label Tanda Hemat Energi. Label ini membantu konsumen mengenali tingkat efisiensi energi pada sejumlah jenis peralatan rumah tangga yang telah ditetapkan pemerintah.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerapkan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) dan Label Tanda Hemat Energi untuk membantu masyarakat memilih peralatan yang lebih efisien. Pada produk yang menggunakan label bintang, jumlah bintang dapat menjadi salah satu pertimbangan saat membandingkan produk sejenis.

Namun, jangan hanya terpaku pada label. Perhatikan juga kapasitas, fungsi, dan kebutuhan penggunaan di rumah agar perangkat yang dibeli sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. 

2. Sesuaikan Kapasitas Perangkat dengan Kebutuhan

Kapasitas yang terlalu besar belum tentu menjadi pilihan paling efisien untuk setiap rumah tangga. Sebaliknya, perangkat yang terlalu kecil dan harus bekerja lebih sering juga belum tentu ideal.

Baca juga:  Telkom AI Center Malang dan Witel Jatim Barat Malang Gelar Workshop AI Productivity untuk Tingkatkan Produktivitas Pegawai

Saat memilih AC, pertimbangkan luas ruangan dan kebutuhan pendinginan. Untuk kulkas, sesuaikan kapasitas penyimpanan dengan jumlah penghuni rumah dan kebiasaan berbelanja. Sementara itu, pilih mesin cuci berdasarkan jumlah cucian yang biasanya diproses.

Dengan memilih kapasitas yang sesuai, kamu dapat menghindari pembelian perangkat yang tidak diperlukan sekaligus mengoptimalkan pemakaiannya.

3. Bandingkan Konsumsi Daya dan Biaya Penggunaan

Sebelum membeli perangkat, periksa informasi konsumsi daya dalam watt dan bandingkan beberapa model dengan fungsi serupa. Perlu diingat, angka watt saja tidak selalu menunjukkan total pemakaian energi karena konsumsi listrik juga dipengaruhi oleh durasi dan pola penggunaan.

Sebagai gambaran, perangkat berdaya 100 watt yang digunakan selama 5 jam mengonsumsi energi sekitar 0,5 kWh. Perhitungan ini bisa membantu memperkirakan penggunaan energi, meskipun biaya akhirnya tetap bergantung pada tarif listrik dan ketentuan yang berlaku.

Selain harga beli, pertimbangkan pula perkiraan biaya pemakaian dalam jangka panjang. Perangkat yang lebih murah saat dibeli belum tentu menjadi pilihan paling ekonomis jika konsumsi energinya lebih tinggi.

4. Pertimbangkan Teknologi dan Fitur yang Efisien

Sejumlah peralatan elektronik menawarkan fitur yang dirancang untuk membantu mengoptimalkan penggunaan energi. Contohnya, AC dengan teknologi inverter dapat menyesuaikan kerja kompresor sesuai kebutuhan pendinginan. Mesin cuci dengan pilihan program pencucian juga memungkinkan pengguna menyesuaikan siklus dengan jenis dan jumlah cucian.

Baca juga:  Semester I-2026, Pelindo Multi Terminal Tanjungpinang Catat Kinerja Positif Layanan Barang dan Penumpang

Meski demikian, efisiensi aktual bergantung pada model, spesifikasi, kondisi perangkat, serta cara pemakaian. Karena itu, bandingkan spesifikasi resmi dan panduan penggunaan sebelum menentukan pilihan.

5. Perhatikan Kebiasaan Penggunaan Sehari-hari

Perangkat yang efisien tetap dapat mengonsumsi listrik lebih banyak jika digunakan tanpa memperhatikan kebutuhan. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan di rumah, seperti mematikan lampu saat ruangan tidak digunakan, mencabut perangkat yang tidak diperlukan jika aman dilakukan, serta menghindari membuka pintu kulkas terlalu lama.

Gunakan AC sesuai kebutuhan dan pastikan filter dibersihkan secara berkala mengikuti petunjuk produsen. Untuk mesin cuci, sesuaikan jumlah cucian dengan kapasitas yang dianjurkan. Kebiasaan ini membantu penggunaan energi menjadi lebih terkontrol tanpa harus langsung mengganti seluruh peralatan elektronik.

6. Pantau Tagihan Listrik Bulanan Secara Berkala

Setelah menerapkan kebiasaan hemat energi, periksa kembali tagihan listrik bulanan untuk melihat perubahan pengeluaran. Bandingkan tagihan beberapa periode dengan mempertimbangkan faktor lain, seperti perubahan tarif, jumlah penghuni, cuaca, dan durasi penggunaan perangkat.

Jika menggunakan listrik prabayar, catat frekuensi dan nominal pembelian token. Jika menggunakan listrik pascabayar, simpan catatan pembayaran agar pengeluaran lebih mudah dipantau. Dengan begitu, kamu dapat mengevaluasi kebiasaan konsumsi listrik berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.

7. Atur Anggaran untuk Kebutuhan Rumah Tangga

Biaya listrik merupakan salah satu pengeluaran rutin yang perlu masuk dalam anggaran bulanan. Kamu bisa memisahkan dana untuk kebutuhan pokok, tagihan rumah tangga, transportasi, dan tabungan agar arus kas lebih teratur.

Jika pengeluaran meningkat, evaluasi penyebabnya terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan finansial. Hindari menggunakan pinjaman untuk menutup pengeluaran rutin tanpa perhitungan kemampuan membayar. 

Baca juga:  SUCOFINDO Lampaui Target, RUPS Sahkan Kinerja Keuangan Tahun Buku 2025

Istilah pinjol tagihan bulanan sering muncul dalam pencarian terkait kebutuhan dana, tetapi pinjaman bukan solusi utama untuk mengatasi tagihan listrik yang meningkat. Pahami bunga, biaya, tenor, dan kewajiban pembayaran sebelum mempertimbangkan produk pinjaman apa pun.

Bayar Tagihan dan Isi Token Listrik dengan Praktis

Memilih peralatan elektronik yang efisien, mengatur kebiasaan penggunaan, dan memantau pengeluaran dapat membantu menjaga anggaran rumah tangga tetap terkendali. Pastikan kamu juga memeriksa nominal tagihan atau pembelian token sebelum menyelesaikan transaksi. 

Untuk kebutuhan transaksi sehari-hari, Bayar tagihan di neobank dapat menjadi salah satu pilihan melalui aplikasi, sesuai fitur dan layanan yang tersedia. Pada periode 27–29 Oktober 2026, tersedia promo top up token listrik di aplikasi neobank dengan kesempatan mendapatkan kupon pembayaran listrik PLN hingga Rp500 ribu untuk minimum transaksi mulai dari Rp20.000. 

Periksa detail promo, kuota, serta syarat dan ketentuan yang berlaku di aplikasi atau kanal resmi neobank sebelum bertransaksi.

***

Jika ingin membayar tagihan dan isi ulang unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman https://s.id/neoharilistrik, Tagihan dan Isi Ulang di website resmi Bank Neo Commerce. 

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Dukung Jurnalisme Tanpa Batas

Dukung keberlangsungan artikel ini dengan berpartisipasi dalam program apresiasi pembaca.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
Pasang Iklan Anda Disini
Promosikan bisnis, produk, jasa, atau toko online Anda dengan tampilan premium di JatengVox.
Hubungi Kami
LAINNYA